Suaranusantara.com – Komisi B DPRD DKI Jakarta mendesak Bank DKI untuk segera melakukan rotasi terhadap para direksinya dan menempatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan kompetensi dan keahlian masing-masing.
Selain itu, Komisi B DPRD DKI juga meminta agar internal dan eksternal Bank DKI diaudit secara menyeluruh, maupun melalui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Langkah ini diambil untuk mengatasi serangkaian gangguan sistem layanan yang dialami nasabah pada momen libur lebaran Idul Fitri.
“Mereposisi jabatan-jabatan, jangan sampai orang yang kompeten ditaruh di tempat yang bukan bidangnya,” kata Ketua Komisi B DPRD DKI dari fraksi NasDem, Nova Harivan Paloh, usai rapat tertutup dengan direksi BANK DKI di DPRD DKI, Rabu (9/4/2025).
Rekomendasi krusial lainnya adalah agar Bank DKI mengembangkan sistem peringatan (“alert system”) secara “real-time” untuk mendeteksi potensi ancaman yang dapat menyebabkan gangguan layanan di masa mendatang.
Lebih lanjut, Nova mengatakan pihaknya mendesak agar Bank DKI dapat mempercepat pemulihan layanan.
Hal itu bertujuan, agar seluruh nasabah dapat kembali melakukan transfer antarbank dan pembayaran menggunakan QRIS melalui aplikasi JakOne Mobile tanpa kendala.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa Direktur IT Bank DKI, Amirul Wicaksono, telah dicopot dari jabatannya.
Pencopotan ini disebabkan oleh berulangnya masalah layanan di bank tersebut, yang telah terjadi sebanyak tiga kali dengan pola yang serupa, mengindikasikan kurangnya pengelolaan dan pengawasan yang memadai terhadap sistem IT.
Saat ini, posisi Direktur IT Bank DKI dijabat oleh Direktur Umum Agus Haryoto Widodo, yang efektif berlaku sejak Selasa (8/4/2025).
