Bangkai Hewan Raksasa di Pulau Seram Ternyata Bikin Gempar Dunia

Misteri Bangkai Hewan Raksasa di Pulau Seram (Foto: Net)

Jakarta-SuaraNusantara

Bangkai binatang raksasa yang baru-baru ini ditemukan terdampar di pantai Pulau Seram ternyata membuat heboh warga dunia. Belum dipastikan, apakah binatang tersebut sejenis ikan atau cumi, meski ada yang juga mengatakan itu bangkai ikan paus.

Berbagai surat kabar online Jerman juga mengangkat video yang memperlihatkan bangkai hewan raksasa yang terdampar di Pantai Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku. Sampai berita ini diturunkan, video yang diunggah di YouTube telah ditonton lebih dari 1,2 juta kali.

Binatang yang sudah membusuk tersebut ditemukan hari Selasa (9/5/2017) sekitar pukul 21 WIT oleh Asrul Tuanakota Pantai Dusun Hulung, Desa Luhu, Seram Bagian Barat, Maluku. Hewan yang memiliki panjang sekitaar 15 meter, dengan berat sekitar 35 ton ini diperkitakan mati tiga hari sebelum ditemukan. Namun belum diketahui penyebab kematian hewan ini.

Saat ini masih diteliti, apakah bangkai ini merupakan sejenis ikan atau cumi. Sejumlah ahli yang mendatangi lokasi belum sepakat mengenainya. Jika memang hewan itu adalah cumi-cumi, hewan ini merupakan spesimen yang sangat besar.

Cumi yang merupakan hewan invertebrata terbesar di dunia ukurannya bisa mencapai 10 meter. Namun dari rekaman video dan juga dari foto-foto yang diambil, terlihat bahwa bangkai hewan tersebut memiliki rahang, tengkorak, yang merupakan ciri mahluk vertebrata.

Namun sejumlah pakar mengkonfirmasi bahwa hewan sepanjang 23 meter dan lebar 6,5 meter itu bukan cumi-cumi raksasa, melainkan paus, walau jenisnya belum diketahui.

Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia kini sedang melakukan uji DNA untuk menjawabnya. Informasi ini dinilai penting untuk memetakan sebaran kasus paus terdampar di Indonesia.

“Untuk penentuan jenis dari sampel yang diambil butuh waktu kurang lebih tiga minggu,” kata Kepala Pusat Riset Perikanan KKP Toni Ruchimat.

Dharma Arief, peneliti LIPI yang terlibat dalam pengambilan contoh DNA mengatakan bahwa dugaannya paus ini termasuk famili Balaenopteridae (paus baleen) satu keluarga dengan paus biru hingga paus humpback. “Karena perairan di sana memang masuk jalur migrasi paus-paus itu,” katanya.

Perairan Seram Bagian Barat diketahui berada dekat dengan Laut Banda – perairan laut dalam yang cukup sering dijumpai keberadaan mamalia laut berukuran besar sedang hingga kecil.

Selain masalah jenisnya, beberapa misteri lain juga belum terjawab. Misalnya tentang sebab paus ini mati dan bagaimana bangkainya terdampar di pesisir.

Dharma Arief hanya bisa menduga. “Kalau misalnya paus itu mati di tengah laut, lama-lama mereka akan tenggelam. Tapi kasus kemarin ini kemungkinan besar karena dia terdorong oleh ombak, angin, terbawa ke pesisir. Karena di Maluku, saat ini sedang musim timur, terdorong dari timur.”

“Mengenai penyebab kematian, kemungkinannya diburu Paus Orca (paus pembunuh) atau hiu, atau dia sakit, atau stress,” katanya.

Penulis: yon/dw/bbc

 

Exit mobile version