Sopir Transjakarta Wajib Tes Psikologi Usai Tiga Kecelakaan

Pemprov DKI Jakarta tegaskan, hingga saat ini belum ada kenaikan tarif Transjakarta (instagram @infotije)

Pemprov DKI Jakarta tegaskan, hingga saat ini belum ada kenaikan tarif Transjakarta (instagram @infotije)

Suaranusantara.com – PT Transportasi Jakarta Transjakarta) menyiapkan langkah pembinaan menyeluruh bagi seluruh pramudi atau sopir bus. Program ini mencakup penguatan aspek teknis hingga psikologis, setelah tiga kecelakaan terjadi sepanjang September 2025.

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Perlu dibuat yang lebih advance, sehingga aspek psikologis sebelum menaiki kendaraan itu juga bisa dilakukan assessment dengan baik,” ujarnya di Jakarta, Selasa (23/9).

Welfizon menegaskan, modul keselamatan yang disusun tak hanya menekankan kemampuan teknis, tetapi juga melibatkan kesiapan mental. Lebih dari 11 ribu pramudi Transjakarta akan mengikuti program ini.

“Kondisi yang terjadi dalam dua kecelakaan terakhir, di mana pada saat pramudi dihadapkan pada kondisi yang cukup genting dan itu menimbulkan kepanikan. Jadi salah satu decision process yang harus diperkuat, sehingga pada saat dihadapkan pada kondisi kritis itu tetap bisa lebih tenang,” jelasnya.

Ia menargetkan dalam tiga bulan ke depan, Transjakarta sudah memiliki acuan baru bagi para pramudi.

“Kami targetkan dalam tiga bulan ke depan kita akan punya satu acuan pramudi Transjakarta, baik dari sisi soft skill, technical skill, dan psikologisnya punya acuan yang baik,” pungkasnya.

Exit mobile version