Pemkab Lebak Geser Anggaran Rp2 Miliar untuk Pematangan Lahan Huntap Korban Bencana 2020

Warga Lebakgedong membuka donasi untuk pembangunan Huntap yang tak kunjung dibangun Pemerintah.(Def/SuaraNusantara)

Warga Lebakgedong membuka donasi untuk pembangunan Huntap yang tak kunjung dibangun Pemerintah.(Def/SuaraNusantara)

SuaraNusantara.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, akan melakukan pergeseran anggaran Rp2 miliar lebih untuk melakukan pematangan lahan yang menjadi lokasi hunian tetap (Huntap) korban bencana banjir bandang tahun 2020, di Kecamatan Lebakgedong.

Rencana pergeseran anggaran tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Halson Nainggolan, usai bertemu perwakilan warga Lebakgedong yang membuka donasi, di dekat Kantor Bupati Lebak.
“Proses pergeseran sudah dimulai waktu saya bersilaturahmi dengan warga di sana (posko donasi). Saya minta BKAD langsung diproses hari itu juga,” kata Halson, Minggu (18/1/2026).

“Sesuai pengajuan dari PUPR yang sudah mereka hitung, kebutuhannya sekitar dua miliar delapan puluh juta,” sambung Halson.

Halson mengatakan, jika tahapan pergeseran anggaran berjalan lancar, maka proses proses pematangan lahan seluas 5,4 hektare bisa dimulai pada tanggal 26 Januari 2025.

“Kalau semuanya lancar, lelang tidak ada masalah, ya mudah-mudahan tanggal 26 sudah bisa dklakukan. Sesuai arahan Pak Bupati kita harus segera matangkan lahannya,” ucapnya.

Apakah pergeseran akan dilakukan terhadap anggaran lainnya guna percepatan pembangunan Huntap yang sudah dinantikan selama enam tahun oleh ratusan kepala keluarga, Halson belum bisa memastikan.

“Nanti kita lihat kemampuan keuangan daerah, karena tahun ini (transfer daerah) dipotong Rp118 miliar. Itu angka yang besar bagi Kabupaten Lebak,” pungkasnya.(Def)

Exit mobile version