SuaraNusantara.com – Sebuah video yang menunjukkan telur mentah di dalam menu makan bergizi gratis (MBG) untuk siswa SMA Negeri di Kabupaten Lebak, Banten, viral.
Di dalam video berdurasi 32 detik, nampak seseorang memecahkan sebutir telur yang ternyata masih mentah disajikan di dalam ompreng MBG.
Suara seseorang pria di dalam video mengatakan, tidak hanya telur, jagung yang di dalam ompreng juga masih mentah.
“Ini MBG di SMAN 1 Cigemblong telurnya mentah, jagungnya mentah. Piraku siswa kudu masak sorangan di sakolah. Ngarang ini MBG-nya harus ditutup ini kalau gini caranya. kamari haseum ayeuna atah (Ini MBG di SMAN 1 Cigemblong telurnya mentah, jagungnya mentah. Masa siswa disuruh masak sendiri di sekolah. Enggak benar ini MBG, harus ditutup kalau gini caranya. Kemarin asem sekarang mentah),” suara pria tersebut.
Dikonfirmasi, Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Lebak, Asep Royani tidak membantah adanya telur mentah di dalam ompreng MBG untuk siswa.
“Iya betul, terjadi di salah satu SPPG kami, SPPG Cigemblong pada Jumat, 23 Januari. Temuannya selain di SMAN juga di beberapa sekolah lainnya” kata Asep, Senin (26/1/2027).
Tetapi, tidak semua ompreng MBG yang didistribusikan kepada siswa berisi telur mentah. Berdasarkan laporan, telur mentah terisi pada sekitar 200 ompreng.
“Ada SMAN 1 Cigemblong dan SDN Mugijaya. Ada dua sekolah lagi tetapi tidak melaporkan secara langsung,” ujar Asep.
Kata Asep, pihak SPPG sudah mengakui bahwa ada kelalaian dan keteledoran dari tim pemorsian dan pengolahan sehingga telur mentah bisa masuk di dalam ompreng.
“Jadi ketika tim pengolah sedang merebus telur ada beberapa wadah penampung. Tapi tidak ada pembeda antara wadah untuk telur yang sudah matang dan mentah. Sehingga sulit membedakan mana mana telur mentah dan matang,” ungkapnya.
“Ditambah lagi tim pemorsian saat mengambil telur tidak mengkonfirmasi kepada tim pengolahan akhirnya telur mentah ikut terambil untuk dimasukkan ke dalam ompreng,” sambungnya.
Namun Asep megatakan, soal narasi jagung mentah di dalam video tersebut juga telah ia konfirmasi kepada pihak SPPG.
“Ini saya konfirmasi bahwa jagung itu bukan mentah ya, tapi memang pengolahannya dikukus. Jadi soal narasi mentah tidak benar,” pungkasnya.(Def)
