Suaranusantara.com – Perumda Pembangunan Sarana Jaya terus memperkuat eksistensi di sektor properti melalui pengembangan proyek hunian Warna Fine Living.
Proyek ini menjadi salah satu strategi perusahaan dalam menjawab kebutuhan hunian modern berbasis keberlanjutan di tahun 2026.
Direktur Utama Sarana Jaya, Bernard Yohanes mengatakan, pihaknya berkomitmen menghadirkan hunian yang tidak hanya unggul dari sisi bangunan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi lingkungan dan kualitas hidup.
“Kami terus memastikan setiap proyek yang dikembangkan tidak hanya berkualitas secara fisik, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi lingkungan dan kenyamanan hidup,” ujarnya.
Berlokasi di kawasan Situ Gintung, proyek ini dikembangkan di atas lahan seluas lebih dari 10 ribu meter persegi dan dirancang sebagai kawasan hunian terpadu. Konsep yang diusung menggabungkan hunian modern dengan lingkungan alami melalui penyediaan ruang terbuka hijau.
Menurutnya, pendekatan desain yang diterapkan bertujuan menghadirkan ruang hidup yang nyaman sekaligus mendukung gaya hidup berkelanjutan.
“Melalui pendekatan desain yang terintegrasi, proyek ini menawarkan lingkungan yang nyaman, sehat, serta mendukung gaya hidup modern yang berkelanjutan,” terangnya.
Proyek ini menyediakan berbagai tipe hunian seperti Amethyst dan Irish Deluxe, yang dirancang dengan tata ruang optimal, pencahayaan alami, serta sirkulasi udara yang baik.
Hingga awal 2026, pembangunan rumah contoh juga telah direalisasikan sebagai bentuk progres pengembangan sekaligus memberikan gambaran nyata kepada calon konsumen.
Selain kualitas unit, kawasan ini juga didukung fasilitas seperti ruang terbuka hijau, sistem keamanan, serta akses yang strategis. Hal ini menjadikan Warna Fine Living sebagai salah satu pilihan hunian tapak yang kompetitif di kawasan penyangga Jakarta.
Memasuki kuartal kedua 2026, Sarana Jaya mulai mengakselerasi promosi melalui berbagai kanal, baik digital maupun langsung, guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan minat masyarakat terhadap proyek ini.
