Suaranusantara.com – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana, mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk membentuk satuan tugas (satgas) gabungan bersama kepolisian guna menindak tegas pelaku premanisme di Ibu Kota.
Menurut William, pembentukan satgas tersebut penting untuk memberikan efek jera kepada para pelaku. Ia menilai penanganan yang tegas dan berkelanjutan menjadi kunci untuk mengatasi persoalan ini.
Desakan itu muncul menyusul kembali maraknya aksi premanisme yang viral di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena tersebut dinilai semakin meresahkan masyarakat.
“Gubernur harus membentuk satgas gabungan dengan polisi. Setelah ditangkap bukan dibina, tapi dihukum. Masalah pasti selesai,” kata William di Jakarta, Kamis (23/4).
William menegaskan bahwa premanisme kini telah berkembang menjadi masalah serius yang tidak bisa lagi ditoleransi. Keberadaannya dinilai semakin mengganggu ketertiban dan rasa aman warga.
Ia juga menyoroti dampak premanisme terhadap pedagang kecil yang kerap menjadi korban pemalakan dan intimidasi. Kondisi ini membuat masyarakat merasa tidak nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Lebih lanjut, William mengkritik penanganan kasus premanisme yang selama ini dianggap belum efektif. Menurutnya, pendekatan konvensional yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta terbukti belum mampu menyelesaikan masalah.
“Pak ogah, jukir (juru parkir) luar, dan premanisme yang sudah ditangkap, 3 hari kemudian pasti ada lagi. Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) menangkap, lalu 3 hari dibina di Dinas Sosial. Masalah tidak akan selesai,” pungkas William.
