
Medan – SuaraNusantara
Bishop GTDI Pdt F. Zendrato dalam khotbahnya mengambil renungan melalui firman Matius 20: 20-28.
Menjadi pemimpin harus melayani, bukan untuk dilayani. Sayang kedua calon pemimpin tidak ada di tengah-tengah kita, seharusnya mereka mendengarkan firman ini.
Siapakah dari kedua calon ini yang punya hati untuk menjadi pemimpin yang melayani?
“Dalam sepuluh tahun belakangan ini, untuk audensi saja tidak bisa. Itu pengalaman saya,” kata F. Zendrato yang mengingatkan pemimpin harus sehati sejiwa untuk membuat Sumut terangkat, termasuk di dalamnya Pulau Nias, yang dulu dikenal sebagai Pulau Golkar.
“Rakyat anda adalah seluruh penduduk Sumatera Utara. Yang penting pilih, dan jangan salah pilih,” katanya.
Menurutnya, pemimpin harus punya hati, rendah hati, lemah lembut dan jangan memimpin dengan tangan besi.
Sebagai umat Kristen, kata kata F. Zendrato, hendaknya memilih pemimpin yang pola kepemimpinannya seperti Tuhan Yesus, yaitu melayani dan turun ke bawah. “Senang sekali rakyat itu ketemu dengan pemimpinnya,” katanya.
Penulis: Ingot Simangunsong