Jakarta – Regulasi mengenai Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCR) disebut-sebut penting dan dibutuhkan sebagai perlindungan bagi karya cetak dan rekam.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Pendidikan RI, Muhadjir Effendy saat Rapat Paripurna, Senin (3/12/2018) di Gedung DPR RI.
“Karya cetak dan rekam ini merupakan hasil budaya bangsa yang mempunyai peran penting sebagai salah satu tolak ukur kemajuan intelektual bangsa,” ujarnya.
Muhadjir juga berharap kelak karya cetak dan rekam ini dapat menjadi referensi bagi pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penelitian dan penyebaran informasi.
“Ini tentu bisa memperluas sumber belajar untuk masa depan,” singkatnya.
Rapat Paripurna ke 9 masa persidangan II yang dipimpin oleh Fahri Hamzah tersebut terlihat sepi.
Padahal selain beragendakan Pembicaraan TK.II/Pengambilan Keputusan terhadap RUU SSKCKR juga beragendakan hal yang sangat penting yaitu meminta pendapat fraksi-fraksi atas RUU Usul Inisiatif Anggota tentang Minyak dan Gas Bumi dilanjutkan dengan Pengambilan Keputusan menjadi RUU Usul DPR RI.
“Hadirnya 151 anggota DPR dan 138 orang lainnya yang mengajukan izin, maka rapat dinyatakan terbuka untuk umum karena telah mencapai kuorum,” ungkap Fahri.
Rapat Paripurna hari ini juga mengagendakan pengesahan perpanjangan pembahasan RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol dan pengesahan perpanjangan pembahasan RUU tentang Pertembakauan dan pelantikan anggota Pengganti Antarwaktu (PAW) DPR RI.
Adapun anggota PAW yang dilantik hari ini adalah Lukman Hakim Hasibuan menggantikan Fadly Nurzal (PPP), Erick Adrata Ritonga menggantikanRufinus Hotmaulana Hutahuruk (Hanura), Ferdinad Sampurna Jaya menggantikan Frans Agung Mula Putra (Hanura), Timbul Manurung menggantikan Moh Arief Suditomo (Hanura) dan Erislan menggantikan Dadang Rusdiana (Hanura). (indah/aul)
