Berkah Pengrajin Lilin Merah di Kabupaten Tangerang Saat Imlek

Kabupaten Tangerang – Pengrajin lilin di Kampung Kebon Kopi Gupo, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang mengalami peningkatan penjualan hingga 200 persen. Peningkatan tersebut sudah terjadi sejak awal tahun 2019 lalu.

Chan Ase, pemilik rumah produksi lilin tersebut mengatakan, peningkatan sebenarnya sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Namun, baru sangat drastis saat memasuki awal tahun 2019.

“Seperti biasa, kalau memang Imlek ramai pesanan, sebenarnya sudah meningkat sejak Desember 2018, tapi baru drastis 2019,” ujarnya, Sabtu (2/2/2019).

Ia mengatakan, harga lilin yang di produksinya berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 15.000.0000. Ia pun telah mengirim lilin buatannya hingga ke wilayah Kalimantan Barat, Palembang, dan Jabodetabek.

“Ukurannya kita mulai yang 15 centimeter, sampai 1,8 meter, karena pesanan nya juga biasanya beragam,” beber dia.

Dalam memproduksi lilin, para pekerja harus mencairkan bahan baku lilin terlebih dahulu sebelum di cetak selama tiga jam.

“Disini produksi bisa selesai empat hari, kita kerjakan secara estafet, kalau hari biasa ya biasa saja penjualan dan produksinya,” katanya.

Rumah produksi yang telah berdiri sejak 1998 tersebut kini telah memiliki 25 anak buah yang bekerja. Namun, Chan Ase enggan membeberkan perihal keuntungan ataupun omzet yang didapatkan.

“Saya tidak bisa kasih tahu berapa omzetnya, tapi yang pasti meningkat drastis,” pungkasnya. (don/nji)

Exit mobile version