Setiap Tahun, Luas Panen di Kabupaten Lebak meningkat 6,65 Persen

Kabupaten Lebak – Luas panen di Kabupaten Lebak pada setiap tahun meningkat rata-rata 6,65 persen dalam 5 tahun terakhir.

Dari luas panen 94.747 hektar atau 553.220 ton pada tahun 2014 meningkat 122.339 hektar atau 735.540 ton pada tahun 2018, sehingga setiap tahun produksi padi sawah rata-rata 7,50 persen.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, sejalan dengan kebutuhan beras yang terus meningkat karena pertambahan jumlah penduduk, peningkatan produksi tanaman pangan khususnya padi harus ditingkatkan setiap tahun, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

“Kabupaten Lebak adalah pemasok beras terbesar bersama Pandegelang untuk kebutuhan masyarakat Banten, salah satu kabupaten dari 10 kabupaten yang ditunjuk untuk memenuhi kebutuhan beras Jabodetabek oleh Kementan,” kata Iti saat gerakan panen raya padi sawah dan percepatan tanam padi, di Wanasalam, Selasa (2/4/2019).

Masalah yang dihadapi petani saat panen raya biasanya masalah harga. Pasalnya, gabah atau beras pada saat panen jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Petani akan menjual kepada tengkulak karena lemahnya posisi tawar petani.

Sebagai upaya pengendalian pasokan dan harga beras, pemerintah telah meluncurkan Program Sergap (Serapan Gabah Petani), yaitu satu program khusus untuk memastikan petani tidak dirugikan dan konsumen bisa mendapatkan beras dengan harga wajar.

“Untuk menghindari praktik ijonisasi, kita akan bentuk BUMD, nantinya akan membeli padi dari petani,” tutupnya.(and/aul)

Exit mobile version