Kabupaten Pandeglang – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang Ferry Hasanuddin menyebut, masih ada BUMN yang tidak transparan dan kooperatif soal CSR (Corporate Social Responsibility).
Hal itu dikatakan Ferry saat menghadiri Konsultasi Stakeholder Kabupaten Penyusunan Rencana Induk Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PT Cibaliung Sumber Daya (CSD), di Hotel Horison Altama, Selasa (30/04/2019)
“Karena selama ini masih ada BUMN yang tidak transparan dan tidak kooperatif pada pemda, sehingga kami selaku pemangku kebijakan kesulitan mencari data dan informasi terkait CSR,” ungkap Ferry,
Padahal, CSR memberikan kontribusi terhadap peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kesejahtaraan masyarakat Pandeglang.
Namun, Ferry mengapresiasi PT CSD sebagai salah satu BUMN yang terbuka dan transparan dalam hal perencanaan dan pelaksanaan program CSR. Terkait perencanaan CSR, Ferry berharap agar P CSD dapat mensinkronkan setiap program CSR dengan Bappeda.
“Karena ini merupakan program untuk masyarakat, tolong PT CSD sering berkoordinasi dengan Bappeda, jangan sampai ada program yang tumpang tindih dengan program kabupaten,” harapnya.
Sementara itu, Direksi PT CSD Darnoto menjelaskan, program induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu tujuh tahun.
“Program akan dilaksanakan mulai tahun 2019 sampai dengan tahun 2025 dengan target lokasi yaitu kecamatan sekitar PT CSD. Terdiri atas program pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil, kemandirian ekonomi, sosial budaya, pembentukan kelembagaan komunitas masyarakat, dan pembangunan infrastruktur penunjang PPM,” bebernya.(aep/and)
