Kabupaten Pandeglang – Lima belas tahun sudah Nining (44) mengabdikan dirinya menjadi seorang guru. Namun, kisah pilu masih menyelimuti dirinya.
Bayangkan saja, guru honorer di SD Negeri Karyabuana 3, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang ini harus rela tinggal bersama suami dan kedua anaknya di sebuah ruangan yang menyatu dengan toilet sekolah.
Sudah 2 tahun Nining bersama keluarganya tinggal di ruangan berukuran 4 meter persegi tersebut lantaran kondisi keuangan yang sangat tidak memungkinkan untuk mengontrak rumah.
Dari mengajar ia hanya memperoleh gaji Rp350 ribu yang dibayar setiap tiga bulan. Begitu juga suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh kebun, penghasilannya sangat tak menentu.
“Hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur Nining kepada wartawan, Minggu (14/7/2019).
Sebelum tinggal di tempat tak layak tersebut. Nining sebelumnya tinggal di rumah orangtuanya. Lantaran malu tinggal bersama orangtua, ia memutuskan untuk pindah.
“Sudah hampir dua tahun tinggal di sini (toilet-red). Mau bagaimana lagi, kami tidak punya rumah untuk ditinggali,” ucapnya.
Dia sangat berharap, dengan pengabdiannya, pemerintah juga memperhatikan nasibnya.
“Kehidupan saya mungkin kurang beruntung tapi mudah-mudahan pemerintah dapat meringankan beban saya,” tuturnya.(aep/and)
