UMKM Diandalkan untuk Menekan Angka Kemiskinan di Banten

Pj Gubernur Banten, Al Muktabar.(ist)

Pj Gubernur Banten, Al Muktabar.(ist)

Suara Nusantara.com – Angka kemiskinan di Provinsi Banten dari tahun ke tahun pada bulan September 2022 berdasarkan rilis yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mengalami penurunan.

Jika pada bulan September 2021 angka kemiskinan 6,50%, pada bulan yang sama di tahun 2022 menjadi 6,24% atau turun 0,26%.

“Kalau dibandingkan year on year September 2022 dengan September 2021 ada penurunan,” kata Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, di KP3B, Kota Serang, Selasa (17/1/2023).

Al Muktabar mengaku, ada peningkatan angka kemiskinan 0,08% antara bulan September 2022 dengan Maret 2022. Peningkatan itu rupanya terjadi di wilayah perkotaan yang mobilitas masyarakatnya tinggi.

“Hal ini berbeda dengan kondisi di pedesaan, di mana kemiskinannya menurun karena basis kehidupan warganya relatif stabil. Usaha di sektor agro, khususnya UMKM jadi faktor penentu yang harus kita terus dorong dan ditingkatkan,” papar Al Muktabar.

Pemprov Banten, sambung Al Muktabar akan terus mendorong UMKM sebagai salah satu sektor yang bisa diandalkan untuk mengurangi kemiskinan.

“Kita dorong supaya UMKM makin kuat karena itu bisa diandalkan untuk menekat terus menekan angka kemiskinan. Dan untuk di perkotaan, pemda akan terus menggulirkan program bersifat bantuan, ini yang kita terus kuatkan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Al Muktabar, pada rentang Maret hingga September 2022 terdapat kondisi penyesuaian harga BBM. Terkait itu, Pemprov Banten telah menggelontorkan program subsidi dan bantuan sosial dalam menekan dampak kenaikan harga BBM.

Sementara untuk tahun ini, Pemprov Banten juga menyiapkan program-program dalam rangka mendukung ekonomi produktif dan UMKM.

“Termasuk menyiapkan cadangan pangan sebanyak 2.400 ton. Kami siapkan untuk langkah secara teknis jika ada hal-hal ekstrem,” ucap dia.

Untuk diketahui, berdasarkan rilis BPS Banten tertanggal 16 Januari 2023, angka kemiskinan pada September 2022 turun 0,26 persen. Dari 6,50 persen pada September 2021 menjadi 6,24% pada September 2023.

Jumlah penduduk miskin turun 22.620 orang menjadi 829.660 orang. Dibanding dengan periode sebelumnya pada bulan September 2021 yang mencapai Rp852.280.

Turunnya angka kemiskinan di Banten juga diikuti oleh turunnya indeks kedalaman kemiskinan menjadi 0,790 dari 1,025 pada periode September 2021. Sementara untuk indeks keparahan kemiskinan Provinsi
Banten pada September 2022 turun menjadi 0,157 dari 0,343 pada September 2021(Def)

Exit mobile version