Paket Pangan Bergizi Disalurkan kepada Keluarga Berisiko Stunting di Banten

Al Muktabar serahkan bantuan pangan kepada keluarga berisiko stunting.(Ist)

Al Muktabar serahkan bantuan pangan kepada keluarga berisiko stunting.(Ist)

SuaraNusantara.com – Sebanyak 800 paket bantuan pangan bergizi dibagikan kepada keluarga dengan anak berisiko stunting di Provinsi Banten.

Seratus paket bantuan di antaranya diserahkan dalam Ekspedisi Birokrasi Tematik Berdampak yang merupakan kolaborasi Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang, di Alun-alun Tigaraksa, Tangerang, Sabtu (14/10/2023).

Pj Gubernur Banten, Al Muktabar mengatakan, bantuan pangan bergizi merupakan upaya pemerintah dalam percepatan penanganan stunting.

Baca Juga : PDIP Tanggapi Santai Elektabilitas Ganjar Pranowo 21,8 Persen di Jawa Barat

“Paket pangan bergizi terdiri dari beras, telur, minyak goreng, susu bubuk, susu UHT, kacang hijau, gula merah, dan biskuit. Kita harapkan angka stunting di Banten bisa terus menurun,” kata Al Muktabar.

Pada stand Gerakan Pangan Murah, turut ditampilkan olahan pangan lokal sebagai sumber karbohidrat. Menyosialisasikan olahan ubi, talas, dan tepung sagu sebagai sumber karbohidrat pengganti beras. Tujuannya untuk menekan konsumsi beras masyarakat yang setiap tahun meningkat.

Dikatakan Al Muktabar, Pemprov Banten memperkenalkan olahan daun kelor sebagai salah satu sumber protein untuk percepatan penanganan stunting.

Baca Juga : Gaya Rambut Mullet Menjadi Tren Menarik di Indonesia

“Pemprov berkolaborasi dengan pemangku kepentingan menggencarkan percepatan penanganan stunting. Ada aplikasi e-Dasawisma, gerakan ternak Ikan dan menanam kelor, pendidikan para kader PKK dan Posyandu, penyuluhan kepada para ibu rumah tangga dan calon pengantin,” papar Al Muktabar.

Pemprov Banten, sambung Al Muktabar bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melalui e-Dasawisma

“Ini efektif dalam percepatan penanganan stunting karena setiap tahapannya sekaligus bisa terpantau. Kita juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat dan mendapat penghargaan berupa insentif fiskal sebesar Rp18,3 miliar yang salah satu didalamnya kategori kinerja penurunan stunting,” jelasnya.(Def)

Exit mobile version