
Medan-SuaraNusantara
Kota Gunungsitoli berhasil meraih predikat Stand Terbaik Kategori Non Paviliun di ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2017 yang berlangsung di Tapian Daya, Jalan Gatot Subroto, Medan. Keberhasilan ini melengkapi prestasi sebelumnya ketika Kota Gunungsitoli juga berhasil menyabet predikat Stand Terbaik Pertama Kategori B di ajang Indonesia City Expo 2016 silam.
Indonesia City Expo 2016 digelar bersamaan dengan pelaksanaan Munas ke-V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Gelora Kota Baru, Jambi, tanggal 27 – 31 Juli 2016. Pada Munas dan City Expo tersebut, delegasi Kota Gunungsitoli yang dipimpin langsung Wali Kota Gunungsitoli Ir. Lakhomizaro Zebua mengambil bagian dalam seluruh rangkaian acara.
Sementara Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) yang diselengarakan untuk ke-46 kalinya, berlangsung pada 17 Maret–17 April 2017. Kali ini, PRSU yang digelar secara rutin setiap tahun, menghadirkan konsep dan kemasan baru dengan hadirnya wahana atraktif dan pementasan budaya dan seni secara besar-besaran.
Dengan harga tiket masuk Rp 15 ribu untuk hari biasa, dan Rp 20 ribu untuk akhir pekan, PRSU 2017 menyediakan berbagai jajanan kuliner, hiburan dari artis ibukota, exhibition, dan lainnya.
“Kita ingin menjadikan @NewPRSU sebagai miniatur Sumatera Utara, dengan menghadirkan lebih dari 30 atraksi seni dan budaya dari Sumatera Utara,” ujar Sofyan Sauri sebagai Promotor dari Inspirasi Media Communication, di Medan, beberapa waktu lalu.
Penyelenggara PRSU 2017 juga menyediakan tiket elektronik/e-Card di samping tiket manual seperti biasa. Dengan e-Card, pengunjung cukup membeli dengan harga Rp 130 ribu untuk memasuki arena PRSU selama sebulan penuh.
PRSU merupakan ajang bergengsi karena Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) telah menetapkannya sebagai destinasi wisata bertaraf nasional di Provinsi Sumatera Utara. Dua even lainnya di Sumatera Utara yang juga ditetapkan menjadi destinasi wisata bertaraf nasional adalah Pesta Danau Toba dan Ramadhan Fair.
Tak heran bila mulai tahun 2018 mendatang, Pemprov Sumatera Utara berniat memberi subsidi kepada seluruh kabupaten/kota yang ingin buka stand sepanjang tahun. Melalui persetujuan DPRD Sumut, setiap kabupaten akan mendapat subsidi Rp 25 juta per bulan atau Rp 300 juta setahun agar bisa menggelar pameran produk dan budaya setiap hari.
“Sehingga apa bila ada tamu yang tidak cukup waktu datang ke seluruh daerah bisa mengunjungi PRSU, selain itu juga menjadi upaya promosi produk daerah,” kata Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, saat membuka PRSU 2017.
Tengku berharap agar ke depannya seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara bisa memiliki paviliun sendiri di arena PRSU. Saat ini, ujar Tengku, hanya Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias Utara yang belum memiliki paviliun sendiri. Ketiga daerah tersebut, selama penyelenggaraan PRSU, tampil berpameran di dalam stand/tenda.
Petugas yang menjaga stand Pemkab Nias Barat, Nias Utara dan Pemko Gunungsitoli ketika diwawancarai SuaraNusantara, mengakui keterbatasan ini. Namun menurut mereka, Nias Barat, Nias Utara dan Gunungsitoli merupakan daerah pemekaran yang baru memasuki usia enam tahun.
“Pemkab Nias itu kan induknya daerah pemekaran, dan kemudian Nias Selatan lebih dulu mekar dari Nias Barat, Gunungsitoli dan Nias Utara,” kata para petugas di ketiga stand tersebut.
Para petugas di ketiga stand tersebut berharap agar pemerintahan ketiga daerah ini, dapat segera merealisasikan pembangunan paviliun masing-masing.
“Kita harapkan tahun depan sudah ada paviliun sendirilah, karena pertanyaan ini selalu diajukan para pengunjung,” kata seorang petugas stand.
Penulis: Kar