IHSG dan Rupiah Kompak Melemah di Awal Perdagangan Kamis

IHSG melorot pada Selasa siang 18 Maret 2025 (instagram @projectseratusjuta)

IHSG melorot pada Selasa siang 18 Maret 2025 (instagram @projectseratusjuta)

Suaranusantara.com- Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia hari ini dibuka dengan nada negatif. IHSG terkoreksi ringan, mengikuti tren pelemahan mayoritas bursa Asia. Rupiah pun tak kuasa menahan tekanan, seiring menguatnya dolar AS pasca rilis data ekonomi Negeri Paman Sam yang di atas ekspektasi.

Mengacu data RTI, indeks berada di level 7.538,79 pada pukul 09.02 WIB, turun 11,09 poin atau 0,15% dari posisi penutupan sebelumnya di 7.549,88.

Perdagangan pagi ini mencatat 213 saham menguat, 182 saham terkoreksi, dan 215 saham tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 635,26 miliar dengan volume 1,45 miliar saham.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan penurunan IHSG kali ini dipengaruhi oleh sentimen eksternal, salah satunya keputusan bank sentral AS yang mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25–4,5 persen.

Ketua The Fed, Jerome Powell, menilai level tersebut sudah sesuai untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung, namun belum melihat ruang untuk penurunan suku bunga pada September mendatang.

Secara teknikal, Nico memproyeksikan IHSG akan bergerak terbatas dengan area support di 7.440 dan resistance di 7.600. Dari bursa regional, mayoritas pasar Asia dibuka negatif. Strait Times melemah 0,65% ke 4.192,18, Shanghai Composite terkoreksi 0,88% di 3.583,77, dan Hang Seng anjlok 1,46% ke 24.810,28. Sementara Nikkei justru menguat 0,79% ke 40.975,30.

Dari pasar valuta asing, rupiah juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, pukul 09.30 WIB rupiah diperdagangkan di level Rp 16.444,5 per dolar AS, turun 39,5 poin atau 0,24% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut penguatan dolar AS didorong data Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih baik dari perkiraan serta pernyataan hawkish Powell terkait kebijakan suku bunga. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.400–Rp 16.550 per dolar AS sepanjang hari ini.

Exit mobile version