Panggil Kepala Bappisus Buntut Mundurnya Dirut Agrinas, Prabowo Minta Tak Ingin Birokrasi Berbelit-belit

Kepala Badan Pengendali Pembangunan dan Investigasi (BAPPISUS) Aris Marsudiyanto dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto ke Istana buntut Dirut Agrinas mundur (instagram @medantalkviral)

Kepala Badan Pengendali Pembangunan dan Investigasi (BAPPISUS) Aris Marsudiyanto dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto ke Istana buntut Dirut Agrinas mundur (instagram @medantalkviral)

Suaranusantara.com- Buntut mundurnya Joao Angelo De Sousa Mota dari jabatan Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara pada Senin 11 Agustus 2025, membuat Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Pengendali Pembangunan dan Investigasi (BAPPISUS) Aris Marsudiyanto ke Istana Negara.

Aris dipanggil oleh Prabowo pada Selasa 12 Agustus 2025. Dalam pertemuannya dengan Prabowo, Aries mendapat arahan untuk mengawasi proses birokrasi agar tidak berbelit-belit.

“Ya, saya diberikan petunjuk pengarahan oleh Pak Presiden bagaimana untuk tetap mengawasi, mengontrol jalannya proses birokrasi. Jangan terlalu berbelit-belit, iya toh. Jadi yang bisa dipangkas itu supaya semua proses itu cepat dan tepat,” kata Aris kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 12 Agustus 2025.

Aris berujar proses birokrasi yang dimaksud itu berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Ia diminta mengawasi birokrasi, mulai Dana Desa hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Apalagi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, misalnya Dana Desa, penyaluran pupuk, Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, dan lain-lain. Macam-macam. Intinya, proses birokrasi jangan terlalu berbelit-belit,” ujarnya.

Menurutnya, Prabowo menilai proses birokrasi saat ini masih berbelit-belit. Oleh karena itu, Prabowo meminta seluruh jajarannya melakukan perbaikan dengan memangkas birokrasi.

“Ya pastilah. Kita akan perbaiki, kan tidak bisa setiap saat ya. Tapi alhamdulillah perkembangannya bagus sekali, ya toh. Kemarin juga pertumbuhan ekonomi kita ternyata 5,12 persen dan lain sebagainya. Kemudian juga pemberantasan korupsi, ilegal-ilegal, diperintahkan juga untuk lebih fokus, dipertajam lagi,” ujarnya.

Adapun Joao mundur dari jabatan Dirut Agrinas setelah menduduki jabatannya selama enam bulan.

Joao memaparkan alasan dirinya mundur dari kursi Dirut Agrinas lantaran dirinya merasa belum mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian negara maupun kesejahteraan petani.

“Kami sampai hari ini belum dapat memberikan kontribusi yang nyata dan langsung kepada ekonomi negara maupun kontribusi kami dalam mewujudkan kesejahteraan petani,” katanya, dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi pihak Humas Agrinas Pangan Nusantara, Senin 11 Agustus 2025.

Selain itu, Joao mengatakan keputusannya mundur juga dipicu oleh tidak adanya dukungan dari stakeholder-stakeholder terkait dalam mewujudkan keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan.

“Keseriusan Presiden dalam mendukung dan menggerakkan segala upaya untuk membuka kedaulatan pangan ini tidak didukung sepenuhnya oleh stakeholder atau para pembantu-pembantunya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Joao menyinggung anggaran Agrinas yang hingga kini masih nihil.

“Sehingga kami sampai hari ini tidak mendapatkan dukungan maksimal untuk bisa membuat langkah-langkah nyata yang sudah kami siapkan, termasuk dukungan anggaran. Sampai hari ini Agrinas Pangan Nusantara masih nol,” tambahnya.

Exit mobile version