
Jakarta-SuaraNusantara
Harga minyak Brent yang merupakan patokan harga dunia naik 42 sen menjadi US$ 48,84 per barel. Sedangkan untuk harga minyak mentah AS naik 38 sen menjadi US$ 46,40 per barel. Kenaikan harga ini diprediksi sebagai imbas dari menurunnya pasokan minyak dunia akibat penurunan ekspor Arab Saudi.
“Ekspor minyak Arab Saudi menurun sehingga membuat pelaku pasar menarik kesimpulan bahwa produksi minyak di negara tersebut juga terus menurun,” jelas analis energi CHS Hedging Tony Headrick, dikutip dari Reuters, Rabu (19/7/2017).
Diketahui Arab Saudi dan sejumlah negara penghasil minyak lainnya sengaja menurunkan produksi guna mendorong kenaikan harga minyak di pasaran dunia.
Ekspor minyak mentah Arab Saudi pada Mei turun menjadi 6,924 juta barel per hari dari bulan sebelumnya yang tercatat ada di 7,006 juta barel per hari.
Pasokan minyak mentah turun sekitar 20% sejak Februari 2017, setelah Arab Saudi dan beberapa negara penghasil minyak sepakat untuk mengurangi produksi minyak mentah hingga 1,8 juta barel per hari.
Mengutip seorang konsultan di Petroleum Policy Intelligence, Arab Saudi kemungkinan akan memangkas ekspor minyak mentah hingga satu juta barel per hari.
Berkurangnya minyak mentah di pasaran jelas akan berdampak pada kelangsungan industri. Di tahun ini, Tiongkok, Jerman dan Amerika Serikat merupakan negara terbesar yang membutuhkan minyak bumi untuk menjalankan roda industri mereka.
Penulis: Yon K