Suaranusantara.com- Glencore International Investment kembali melanjutkan langkah pengurangan kepemilikan sahamnya di PT Trimegah Persada Persada Tbk (NCKL). Dalam periode 6–14 Januari 2026, investor global tersebut tercatat melepas ratusan juta saham secara bertahap.
Data transaksi menunjukkan, Glencore menjual total 224,47 juta lembar saham NCKL melalui enam kali transaksi yang dibidani oleh Citibank NA. Aksi tersebut dilakukan secara bertahap dalam beberapa hari perdagangan.
Penjualan saham dimulai pada 6 Januari 2026 dengan jumlah 10 juta lembar. Selanjutnya, pada 8 Januari, Glencore kembali melepas 64,23 juta saham. Puncak divestasi terjadi pada 9 Januari ketika sebanyak 122,45 juta saham dialihkan ke pasar.
Aksi jual berlanjut pada 12 Januari dengan pelepasan 49,37 juta saham, kemudian 14,07 juta saham pada 13 Januari, serta 13,66 juta lembar pada 14 Januari 2026.
Serangkaian transaksi tersebut berdampak pada berkurangnya porsi kepemilikan Glencore di Harita Nickel. Saat ini, kepemilikan saham Glencore tersisa 4,25 miliar lembar atau sekitar 6,74 persen, menyusut sekitar 0,43 persen dibandingkan posisi sebelumnya yang mencapai 7,17 persen.
Meski dilakukan tanpa pengungkapan harga secara detail, nilai transaksi diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Dengan asumsi harga rata-rata saham di level Rp1.323 per lembar, total nilai penjualan diperkirakan sekitar Rp297,09 miliar.
Menariknya, di tengah aksi divestasi tersebut, saham NCKL justru menunjukkan kinerja positif. Pada perdagangan akhir pekan lalu, saham perseroan menguat ke level Rp1.420.
Secara year to date 2026, saham NCKL telah naik 255 poin atau setara 21,89 persen. Namun, investor asing tercatat masih melakukan aksi keluar dengan nilai mencapai Rp116,87 miliar.
