Pemerintah Percepat Transisi Energi untuk Kurangi Ketergantungan Impor LPG dan Beban Subsidi Negara

Suaranusantara.com – Pemerintah terus mendorong upaya pengurangan ketergantungan terhadap Liquefied Petroleum Gas (LPG) impor melalui sejumlah program alternatif energi, seperti Compressed Natural Gas (CNG), gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), serta pengembangan Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi beban subsidi dan devisa negara yang terus meningkat akibat tingginya kebutuhan LPG dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan LPG nasional yang mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya berkisar 1,6 hingga 1,7 juta ton per tahun dari kapasitas terpasang 1,9 juta ton. Akibat kondisi tersebut, Indonesia harus mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahun.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam acara Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa yang berlangsung beberapa waktu lalu dan kembali menjadi perhatian publik pada Senin, 8 Juni 2026. Pemerintah berupaya mengatasi persoalan tersebut dengan mengembangkan sumber energi alternatif agar impor LPG dapat ditekan dan anggaran subsidi menjadi lebih efisien.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM menjelaskan besarnya pengeluaran negara untuk memenuhi kebutuhan LPG nasional.

“Sekarang kita belanja LPG per tahun devisa kita keluar Rp137 triliun. Dari Rp137 triliun itu yang disubsidi oleh negara Rp80 sampai Rp87 triliun per tahun.”ucapnya

Berdasarkan pantauan di wilayah Tangerang Selatan, harga LPG non-subsidi 12 kilogram mencapai Rp245.000 per tabung, naik Rp35.000 dibandingkan sebelumnya, sedangkan LPG 5,5 kilogram dijual sekitar Rp130.000 per tabung atau meningkat Rp20.000. Namun, harga LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram masih tetap berada di kisaran Rp22.000 per tabung pada tingkat pengecer.

Seorang penjaga pangkalan LPG di Tangerang Selatan memberikan keterangan mengenai harga yang berlaku saat ini.

“(Harga LPG) 12 kg Rp245.000, (5,5 kg) Rp125.000.” Ungkapnya

Exit mobile version