Trump Umumkan Tunda Tarif Impor ke Indonesia dan Puluhan Negara Lainnya, Kecuali China Dikenakan 125 Persen

Presiden AS Donald Trump bakal beri tarif 50 persen ke China jika ketahuan bantu Iran (instagram @lavanguardia)

Presiden AS Donald Trump bakal beri tarif 50 persen ke China jika ketahuan bantu Iran (instagram @lavanguardia)

Suaranusantara.com- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu 9 April 2025 resmi mengumumkan untuk menunda sementara tarif impor tinggi yang berlaku ke puluhan negara.

Adapun keputusan Trump itu terbilang mendadak, sebab kurang dari 24 jam dia mengumumkan setelah mulai diberlakukannya tarif impor tinggi itu.

Keputusan mendadak Trump menunda sementara tarif impor tinggi lantaran gejolak pasar yang sangat dramatis – volatilitas paling tajam sejak masa-masa awal pandemi Covid-19.

Triliunan dolar menguap dari bursa saham dunia, sementara lonjakan tiba-tiba pada imbal hasil obligasi pemerintah AS menarik perhatian Gedung Putih.

“Saya melihat tadi malam bahwa orang-orang mulai merasa mual,” kata Trump, dilansir Reuters. “Pasar obligasi sekarang tampak indah,” Kamis 10 April 2025.

Penundaan sementara tarif impor tinggi akan berlangsung selama sembilan puluh hari atau tiga bulan.

Indonesia bersama dengan puluhan negara mendapat penangguhan tarif impor. Tapi penundaan sementara itu tidak berlaku bagi China dan negara-negara penentang.

China diketehui Trump kembali menaikan tarif dari 104 persen menjadi 125 persen. Kenaikan menjadi 125 persen yang dilakukan Trump lantaran China melakukan tarif pembalasan atas produk-produk AS.

“Berdasarkan kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan China kepada Pasar Dunia, dengan ini saya menaikkan tarif yang dibebankan ke China oleh Amerika Serikat menjadi 125%, berlaku segera,” kata Trump dalam unggahan media sosialnya pada Kamis 10 April 2025.

Trump berharap dengan kenaikan tarif yang tinggi ke China, maka negeri berjuluk Tirai Bambu itu bisa sadar.

“Pada suatu saat, mudah-mudahan dalam waktu dekat, China akan menyadari bahwa hari-hari menipu AS dan negara-negara lain tidak lagi berkelanjutan atau dapat diterima,” tulisnya menambahkan.

Selain China, Meksiko dan Kanada juga akan mendapatkan penanganan khusus. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan barang yang berasal dari kedua negara itu akan tetap dikenakan tarif 25%, kecuali jika mereka mematuhi Perjanjian AS-Meksiko-Kanada. Namun, itu tidak berlaku untuk tarif khusus sektor yang telah diberlakukan Trump.

Trump menilai tarif tinggi sebetulnya tetap akan berlaku. Penundaan tarif dilakukan karena banyak negara memiliki niat baik untuk berunding dengan AS.

“Belum ada yang berakhir, tetapi kami memiliki semangat yang luar biasa dari negara-negara lain, termasuk China. China ingin membuat kesepakatan, mereka hanya tidak tahu bagaimana cara melakukannya,” kata Trump.

Exit mobile version