Jangan Asal Kenyang! Ayo Kenali Perbedaan Makan Banyak vs Makan Bergizi Bagi Anak, Ayah-Bunda Wajib Tahu

Makanan yang disajikan untuk anak haruslah bergizi bukan asal kenyang (Instagram @barefood.id)

Makanan yang disajikan untuk anak haruslah bergizi bukan asal kenyang (Instagram @barefood.id)

Suaranusantara.com- Bagi orang tua, anak dengan perut kenyang sudah pasti membuat hati senang. Sebab, dengan perut kenyang anak dipastikan tidak akan rewel karena kelaparan.

Tapi dalam memberi makan anak bukan hanya sekedar makan banyak sehingga membuat perut kenyang melainkan ada nilai-nilai gizi yang perlu diperhatikan.

Terlebih pada anak-anak usai balita 1 sampai 5 tahun yang masih memiliki pertumbuhan pesat mulai dari fisik hingga otaknya.

Untuk itu, orang tua diharuskan memperhatikan kebutuhan gizi anak dalam makanan yang dikonsumsi.

Saat anak kenyang atau makan banyak, belum tentu kebutuhan nutrisinya telah terpenuhi.

Dikutip dari laman Vinmec, berdasarkan konsultasi dengan spesialis anak dr Nguyen Cong Canh, kebanyakan orang tua memberi makan anak-anak berdasarkan preferensi rasa, tanpa memerhatikan variasi dan kuantitas makanan untuk memastikan nutrisi yang cukup.

Bahkan, meski anak makan banyak, mereka mungkin masih kekurangan energi dan nutrisi, karena kualitas makanan yang kurang baik.

Umumnya, makanan tambahan seringkali kekurangan lemak yang menyebabkan anak kekurangan energi.

Kemampuan setiap anak untuk mencerna dan menyerap makanan juga berbeda-beda. Jadi, menyeimbangkan asupan makanan dan konsumsi susu sangatlah penting untuk memastikan pencernaan yang baik dan perkembangan yang sehat.

Perlu diketahui pula, meski menyehatkan, pemberian protein yang berlebihan juga bisa memberikan kesulitan pencernaan, penurunan nafsu makan, dan penurunan asupan susu.

Hal ini juga bisa menyebabkan sembelit, mencegah penyerapan nutrisi yang tepat, dan meningkatkan beban pada ginjal anak.

Dikutip dari jurnal Antigen, sebuah riset berjudul “Peran Gizi terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Balita”, menyebut kebutuhan energi dan zat gizi pada balita sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik, kognitif, serta sosial emosionalnya.

Kebutuhan energi dan zat gizi pada balita terus meningkat, sebab mereka berada pada masa pertumbuhan yang cepat dan aktivitas yang tinggi.

Kekurangan gizi pada balita bisa menyebabkan beberapa hal fatal, misalnya, tidak bertumbuhnya fisik balita atau kurangnya sistem kekebalan tubuh yang membuatnya gampang terkena penyakit.

Pada balita umur 1-3 tahun, persentase pemberian nutrisi zat makro yang disarankan yaitu:

65% karbohidrat
30%-40% lemak
5-20% protein.

Sementara itu, berikut persentase pemberian nutrisi zat makro yang disarankan pada usia 4-5 tahun:

45-65% karbohidrat
25-35% lemak
10-30% protein.

Selain itu, balita juga memerlukan zat mikro yang terdapat dalam vitamin dan mineral. Zat mikro merupakan zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit, tapi sangatlah penting.

Jadi, gizi memiliki peran keterlibatan yang sangat besar pada tumbuh kembang anak. Keberhasilan dalam memberikan gizi atau asupan yang cukup pada balita akan sangat terlihat.

Exit mobile version