Suaranusantara.com- Siapa yang tak kenal dengan Irwan Hidayat, si tukang jamu Sido Muncul. Tentu semua orang pastilah kenal, terlebih melihat penampilannya, banyak orang yang mengira Irwan tak pernah sakit-sakitan.
Apalagi di usianya yang kini menginjak 79 tahun, Direktur Utama sekaligus pemilik Sido Muncul, Irwan Hidayat masih tetap segar bugar.
Lantas, apa rahasia di balik tubuh bugar Irwan Hidayat si bos jamu Sido Muncul?
Irwan mengatakan tubuh bugarnya ini memiliki perjalanan panjang, bahkan semasa mudanya dirinya mengaku kerap kali bolak-balik masuk rumah sakit karena sering sakit.
Kata Irwan, dirinya pernah mengidap berbagai jenis penyakit mulai dari demam tifoid, gangguan ginjal, infeksi paru-paru, hingga depresi.
Bahkan, ada masa ketika tubuhnya begitu lemah hingga sekadar bangun dari tempat tidur pun tak sanggup.
“Saya enggak punya pantangan soal makanan. Apa saja yang enak saya santap, tapi tidak pernah banyak, apalagi berlebihan,” kata lelaki kelahiran Yogyakarta, 23 April 1947, itu saat berbincang dengan detik.com di House of Jamu, Cipete, dikutip Senin 6 Juli 2026.
Tubuh bugarnya kini didapat dari menjaga pola makan, Irwan berusaha tidur sekitar enam jam setiap hari dan rutin berolahraga.
Sebagai orang jamu, ia juga terbiasa mengonsumsi kunyit putih dan temulawak. Kebiasaan itu telah dijalaninya selama bertahun-tahun.
Soal olahraga, Irwan memilih Orhiba atau Olahraga Hidup Baru yang sudah dilakoni lebih dari 50 tahun. Menurutnya, olahraga tersebut tidak mengandalkan kekuatan fisik semata, melainkan melatih konsentrasi dan pernapasan.
“Dengan olahraga ini, setiap organ tubuh dapat dilatih menjadi lebih sehat,” katanya.
Menurut Irwan, Orhiba tidak harus dilakukan di alam terbuka. Ia justru lebih sering berlatih di dalam kamar. Kebiasaan itu telah dijalaninya selama lebih dari lima dekade.
“Ajaib, saya bisa melewati masa-masa sulit dengan baik dan lebih sehat. Saya tidak menyangka bisa berumur panjang karena sejak kecil kesehatan saya kurang baik,” kenangnya.
Bagi Irwan, sakit merupakan bagian dari kehidupan manusia. Dalam kondisi tertentu, menurut dia, sakit bahkan bisa menjadi anugerah, selama bukan penyakit yang muncul akibat gaya hidup yang buruk.
“Waktu COVID saya kena tiga kali, lho. Itu justru baik karena saya jadi punya tambahan kekebalan alami,” katanya sambil tersenyum.
