Suaranusantara- Bagi masyarakat Jawa, mengetahui hari lahir bukan hanya soal tanggal dalam kalender Masehi. Ada satu sistem penanggalan tradisional yang masih diyakini hingga kini, yaitu weton.
Tak sekadar penanda waktu, weton dipercaya bisa mengungkap tabiat, rejeki, bahkan jodoh seseorang. Seiring waktu, sistem ini terus diwariskan, menjadi bagian dari identitas budaya yang tetap hidup di tengah arus modernitas.
Totok Yasmiran, seorang filolog sekaligus konsultan budaya di Museum Radya Pustaka, Surakarta, menyebutkan bahwa weton memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat Jawa. Lewat kombinasi hari dan pasaran, seseorang bisa memahami kepribadian dan bahkan potensi relasi yang cocok dengannya. Pandangan ini disampaikannya kepada Kompas.com pada 30 Agustus 2021.
Penentuan weton sendiri merujuk pada dua sistem hari: saptawara atau tujuh hari dalam seminggu seperti Minggu (Ahad), Senin (Senen), Selasa (Slasa), hingga Sabtu (Setu), serta pancawara, yaitu lima pasaran khas Jawa yang meliputi Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kombinasi antara keduanya menghasilkan weton seseorang, yang biasanya diingat lebih kuat oleh orang tua atau kakek-nenek daripada tanggal Masehi.
Bagi yang ingin mencari tahu weton pribadinya, salah satu cara termudah adalah menanyakannya langsung kepada anggota keluarga yang lebih tua. Namun, jika informasi tersebut sudah sulit ditemukan, kalender Jawa yang tersedia secara daring juga bisa menjadi referensi yang praktis dan akurat.
Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada 7 September 1995 tercatat lahir pada hari Kamis menurut kalender Masehi. Jika dilihat dalam sistem penanggalan Jawa, hari tersebut bertepatan dengan pasaran Wage. Maka dari itu, weton-nya adalah Kamis Wage.
Contoh lainnya adalah kelahiran pada 25 Oktober 1995. Di kalender biasa, hari itu jatuh pada Rabu. Namun jika mengacu pada kalender Jawa, pasaran yang menyertainya adalah Pahing. Dengan begitu, kombinasi hari dan pasaran tersebut menjadikan weton-nya Rabu Pahing.
Kepercayaan terhadap weton bukan sekadar tradisi kuno yang usang, tapi masih diyakini oleh banyak kalangan sebagai bagian dari pemahaman diri dan kehidupan sosial. Tak jarang, weton juga digunakan sebagai pertimbangan dalam upacara pernikahan, pembukaan usaha, atau momen penting lainnya.Mengenal Weton Jawa: Rahasia Tanggal Lahir yang Masih Diyakini hingga Kini
