Suaranusantara.com – PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex, yang tengah berada dalam kondisi pailit, akan resmi ditutup pada 1 Maret 2025 besok.
Direktur Utama PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto mengatakan ada sebanyak 12.000 orang kehilangan pekerjaan karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk dari tiga anak usahanya.
Sementara, kata dia, di Sritex sendiri, ada sebanyak 8.000 orang yang terkena PHK.
Atas hal ini, Iwan mengaku sangat berduka.
Meski demikian, dia meminta kepada para karyawan Sritex yang terkena PHK untuk tetap semangat.
“Kami berduka, namun kami harus terus memberi semangat,” kata Iwan, Jumat (28/2/2025).
Tak lupa, Iwan menyampaikan terima kasih atas loyalitas dan dedikasi para karyawan yang telah bersama membangun Sritex.
Di sisi lain, Iwan juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah selama proses kepailitan ini bergulir.
“Kalau dihitung para karyawan ini sudah bersama selama 21.382 hari sejak Sritex berdiri pada 16 Agustus 1966,” ujar Iwan.
Lebih lanjut, Iwan menegaskan manajemen Sritex bakal kooperatif dan bekerja sama dengan kurator agar proses pemberesan tersebut bisa berjalan lancar.
Ia juga memastikan akan mengawal proses pemberesan kepailitan sehingga hak-hak para karyawan dipastikan terpenuhi.
