Suaranusantara.com- Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Yassierli mengusulkan agar pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2025 untuk pekerja informal salah satunya driver ojek online (Ojol) untuk diberikan uang cash atau tunai.
Hal ini dikarenakan menurut Yassierli guna meningkatkan kesejahteraan para pekerja informal seperti driver Ojol.
“Kita mintanya nanti (THR untuk ojol) adalah dalam bentuk uang tunai,” kata Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kemenaker, Jakarta, Rabu, 5 Maret 2025.
Usulan dari Menaker terkait pembayaran THR Ojol dalam bentuk uang cash atau tunai ditanggapi oleh salah satu aplikator ternama Maxim.
Melalui Government Relations & Public Affairs Maxim Indonesia, Widhi Wicaksono, mengatakan pihaknya masih berdiskusi dengan pihak Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker).
Widhi memastikan pihaknya akan memberikan Bantuan Hari Raya kepada para driver. Salah satu yang didiskusikan adalah terkait bentuknya seperti apa. Selain itu juga siapa saja yang akan menerima THR tersebut.
“Karena nanti jangan sampai nanti menimbulkan di lapangan aturannya susah untuk kami laksanakan,” kata Widhi ditemui di DPR RI, Rabu 5 Maret 2025.
Dia mengatakan pemberiannya akan berbasis kinerja. Sebab, tidak adil bagi pengemudi jika nanti semua diberikan meskipun tidak aktif sebagai driver.
Terkait permintaan pemberian dalam bentuk uang tunai, pihak Maxim juga masih mengkajinya. Belum ada keputusan apapun yang dibuat terkait hal tersebut.
Pihak Maxim mengusahakan untuk segera menyelesaikan pemberian Bantuan Hari Raya sebelum Lebaran nanti.
“Ya karena ini niatnya untuk hari raya ya kemungkinan besar ya. Pokoknya kita kejar seminggu dua minggu ini kita sebelum hari raya sudah selesai,” tuturnya.
Adapun kebijakan atau aturan pemberian THR Ojol, Menaker Yassierli mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini akan terbit.
Dan saat ini kata Yassierli, pihaknya tengah membahas soal besarannya berdasarkan berbagai faktor.
“Jadi saya optimis tidak lama lagi itu kita akan selesai, Itu bagian dari yang sedang kita bahas sekarang. Jadi mencari formula yang kemudian bisa meng-cover kompleksitas tadi. Jadi kompleksitasnya itu dari jenis angkutannya, layanannya, jam kerjanya. Ini yang kemudian butuh waktu untuk kita keluar dengan sebuah formula,” kata Yassierli.
