Suaranusantara.com- Imbas ketikannya yang tak mencerminkan seorang tenaga kesehatan (nakes) yang memiliki empati menghina pasien BPJS, dr Tamara Dewi Jasmine atau dokter Tamara dipecat dari rumah sakit tempatnya berdinas, RS Pusri Palembang.
Dokter Tamara melalui akun media sosial Threads miliknya @tamdjs ikut menghina pasien BPJS yang diketahui bernama Yurizal Tri Chaerawan.
Yurizal menceritakan keluh kesahnya di media sosial Threads @yurizaltrich terkait dirinya yang telah menunggu delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap.
Diketahui, Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
Dokter Tamara dalam akunnya menuliskan nada penghinaan terhadap pasien BPJS Yurizal.
“Mending banyakin duit halal daripada banyakin bacot. Biar bisa bayar dan merasakan asuransi swasta. Dan bisa berpendidikan biar akhlak tidak minus, dan tidak playing victim,” tulis dr Tamara di akun Treads @tamdjs beberapa hari lalu.
Manajemen RS Pusri Palembang, memberikan sanksi tegas berupa pemecatan terhadap dokter Tamara lantaran sikap nirempati terhadap pasien BPJS.
Humas RS Pusri Palembang Diah Dwi Anugrah menegaskan, dokter Tamara dipecat mulai 6 Agustus 2026 setelah melalui klarifikasi dan pembahasan internal.
Dokter Tamara baru bekerja sebentar di RS Pusri terhitung sejak Mei 2026.
“RS Pusri telah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan dokter @tamdjs tersebut sebagai dokter mitra RS Pusri,” ungkap Humas RS Pusri Palembang, Diah Dwi Anugrah, Kamis 6 Agustus 2026.
Diah menilai, ketikan dokter Tamara yang ikutan nyinyirin pasien BPJS itu
Diah menyebut ulah dr Tamara yang ikut nyinyirin pasien BPJS melalui akun media sosial Threads @tamdjs dianggap telah melakukan pelanggaran disiplin.
Pemecatan sebagai bagian dari mekanisme penegakan tata kelola organisasi yang profesional.
“Keputusan ini merupakan bentuk komitmen RS Pusri dalam menegakkan profesionalisme, tata kelola yang baik, memastikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berkeadilan bagi seluruh pasien,” tegas Diah.
RS Pusri juga mengapresiasi masukan dan kritik membangun dari masyarakat terkait disiplin dan etik tenaga kesehatan.
RS Pusri berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan dan terus melakukan evaluasi sertai perbaikan berkelanjutan demi menjaga kualitas dan keselamatan pasien.
“Terima kasih atas kepercayaan masyarakat. RS Pusri akan terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik,” tutup Diah.


















Discussion about this post