Suaranusantara.com – Samsung Galaxy S26 Ultra mulai mencuri perhatian bahkan sebelum jadwal peluncuran resminya diumumkan.
Di tengah persaingan ponsel premium yang semakin ketat, perangkat ini digadang-gadang membawa pembaruan krusial yang selama ini paling dinantikan pengguna setia Samsung, peningkatan signifikan pada kecepatan pengisian daya.
Selama beberapa generasi terakhir, Samsung dikenal memilih pendekatan konservatif, terutama pada sektor baterai dan fast charging.
Ketika merek pesaing agresif menghadirkan teknologi pengisian super cepat, lini Ultra justru bertahan di angka 45W. Namun, arah strategi itu kini terlihat mulai berubah, menandai babak baru dalam pengalaman penggunaan harian flagship Samsung.
Bocoran Pengisian Daya 60W Mulai Menguat
Sinyal perubahan tersebut pertama kali muncul dari pembocor ternama Ice Universe melalui platform X. Ia mengungkap bahwa hasil pengujian internal Samsung menunjukkan dukungan pengisian daya kabel hingga 60W.
Dalam kondisi optimal, perangkat yang diyakini sebagai Samsung Galaxy S26 Ultra disebut mampu mengisi baterai dari nol hingga sekitar 75 persen hanya dalam waktu setengah jam.
Pengujian ini diklaim menggunakan adaptor resmi dengan parameter yang telah dioptimalkan. Jika performa serupa hadir di unit rilis massal, pengguna akan merasakan efisiensi waktu yang jauh lebih baik, terutama bagi mereka dengan mobilitas tinggi.
Performa Nyata Tetap Dipengaruhi Banyak Faktor
Meski terdengar menjanjikan, hasil tersebut tetap perlu dilihat secara realistis. Kecepatan pengisian daya di dunia nyata sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari suhu lingkungan, kondisi baterai, kualitas kabel, hingga aktivitas perangkat saat diisi daya.
Namun demikian, lonjakan dari 45W ke 60W tetap menjadi langkah strategis. Ini menunjukkan bahwa Samsung mulai merespons masukan pasar yang selama ini menilai flagship mereka tertinggal dalam hal kecepatan pengisian.
Sertifikasi 3C China Perkuat Indikasi
Indikasi peningkatan ini juga diperkuat oleh kemunculan data sertifikasi 3C China. Sebuah perangkat Samsung dengan kode model SM-S9480 tercatat mendukung output 20V dengan arus 3A, setara dengan daya 60W. Banyak analis industri meyakini kode tersebut merujuk pada Samsung Galaxy S26 Ultra versi pasar tertentu.
Dokumen sertifikasi itu juga mengisyaratkan bahwa perangkat akan dijual tanpa adaptor pengisi daya di dalam boks, sejalan dengan kebijakan pengemasan ramah lingkungan yang telah diterapkan Samsung dalam beberapa tahun terakhir.
Super Fast Charging 3.0 dan Dukungan Pengisian Nirkabel
Tak hanya mengandalkan kabel, Samsung disebut menyiapkan identitas baru bernama Super Fast Charging 3.0. Teknologi ini sebelumnya terdeteksi sebagai level pengisian tertinggi dalam firmware One UI 8.5 yang sempat bocor.
Menariknya, flagship terbaru ini juga dirumorkan mendukung pengisian daya nirkabel standar Qi2 dengan daya hingga 25W.
Jika terealisasi, Samsung Galaxy S26 Ultra akan menawarkan fleksibilitas lebih luas, baik untuk penggunaan di rumah, kantor, maupun kendaraan.
Tahap Pengujian Lanjutan, Peluncuran Kian Dekat
Laporan terbaru menyebut Samsung telah memasuki fase pengujian internal lanjutan. Biasanya, tahap ini menjadi sinyal kuat bahwa peluncuran resmi sudah semakin dekat, dengan perkiraan rilis pada akhir bulan mendatang.
Dengan fokus baru pada efisiensi baterai, fast charging 60W, dan dukungan teknologi pengisian terkini, Samsung Galaxy S26 Ultra berpotensi menjadi titik balik penting bagi Samsung dalam memperkuat daya saing flagship-nya di pasar global.


















Discussion about this post