Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto pada siang ini Selasa 8 April 2025 menghadiri acara sarasehan Ekonomi di Menara Bank Mandiri, Jakarta.
Terlihat, Prabowo tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna coklat biru.
Prabowo tiba di lokasi pada pukul 13.30 WIB. Dia kemudian langsung duduk di meja barisan depan. Tampak dia duduk sejajar dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Airlangga Hartarto.
Kemudian Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, dan Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani.
Selain itu, hadir Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Pertahanan Sjafrie, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).
Adapun dalam acara sarasehan ini akan membahas soal sikap Indonesia terhadap kebijakan tarif Trump.
Trump sebelumnya pada Rabu 2 April 2025 mengumumkan soal kebijakan tarif timbal balik atau resiprokal terhadap seluruh negara termasuk Indonesia. Indonesia dikenakan tarif sebesar 32 persen.
“Tunggu besok jam 1 di acara di Bank Mandiri Bapindo. Yang akan sampaikan langsung itu pak presiden. Nanti bicara mengenai respons terhadap perekonomian termasuk terkait tarif,” beber Airlangga usai melakukan rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin 7 Maret 2025.
Sementara itu, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana mengatakan Sarasehan Ekonomi menjadi forum dialog strategis antara pemerintah dan para pelaku ekonomi.
Khususnya dalam memperkuat sinergi menuju pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
“Forum dialog ini tentunya juga membuka kesempatan untuk merespons kondisi ekonomi global serta membahas tantangan dan peluang ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Yusuf dalam keterangan tertulis, Senin, 7 April 2025.
Presiden, kata Yusuf, memandang Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat daya tahan ekonomi dan daya saing nasional di tengah tantangan global. Salah satu caranya dengan memperkuat kolaborasi.
Adapun acara sarasehan ini selain dihadiri sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih, juga turut hadir para ekonom, investor hingga masyarakat umum.
