Soal Perang Dagang AS vs China, Prabowo: Netral Tidak Memihak Ingin Jadi Jembatan

Presiden RI Prabowo Subianto ingi jadi jembatan antara AS dan China (instagram @genarasico_id)

Presiden RI Prabowo Subianto ingi jadi jembatan antara AS dan China (instagram @genarasico_id)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto merespon soal perang dagang antara Amerika Serikat (AS) vs China.

Diketahui AS dan China saling perang dagang dengan sama-sama balas membalas tarif gila.

Prabowo mengatakan bahwa Indonesia bersikap netral dan tidak memihak pada dua negara itu baik China maupun AS.

“Tidak (memihak),” tegas Prabowo kepada awak media di Turki, seperti dikutip Sabtu 12 April 2025.

Hal ini dikarenakan, Prabowo menganggap AS dan China dua negara yang menjadi sahabat bagi Indonesia.

Justru Prabowo berencana ingin menjadi jembatan di antara dua negara AS dan China yang tengah terlibat perang dagang.

“Kami menghormati semua negara. Kami menganggap China sebagai teman baik kami. Kami juga menganggap AS sebagai teman baik. Kami ingin menjadi jembatan,” dia menandasi.

Diketahui Trump telah mematok tarif gila untuk China sebesar 145 persen. China pun membalas tarif Trump itu dengan mematok tarif gila atas produk-produk AS sebesar 125 persen.

Sebelum Trump mematok tarif gila untuk China 145 persen, Presiden AS memberikan tarif 104 persen lalu naik jadi 125 persen.

China pun membalas tarif Trump atas produk-produk AS dengan dikenakan 84 persen sebelumnya.

Hal ini dikarenakan bahwa angka 125 persen merupakan di luar tarif 20 persen yang sudah lebih dulu diberlakukan.

Kendati demikian, Washington menegaskan bahwa besar tarif yang dikenakan terhadap barang-barang China bersifat akumulatif.

Sebelumnya belum jelas apakah tarif-tarif yang diterapkan AS terhadap China selama ini bersifat akumulatif atau tidak.

Namun Gedung Putih pada Kamis menegaskan bahwa “ya, tarif-tarif itu bersifat akumulatif,” pada Jumat 11 April 2025.

Trump mengaitkan tarif 20 persen tersebut dengan isu imigrasi ilegal dan masuknya fentanil ke AS, yang menurutnya melibatkan peran China.

Selain itu, Trump juga menaikkan tarif untuk barang-barang asal China bernilai di bawah US$800 menjadi 120 persen per 2 Mei.

Exit mobile version