Suaranusantara.com- Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi diketahui beberapa waktu lalu melaporkan sejumlah nama ke Bareskrim Polri terkait tudingan ijazah palsu.
Pengamat Pengamat Hukum Pidana dari Universitas Bung Karno (UBK) Hudi Yusuf menilai bahwa Jokowi sebagai pejabat publik di negara demokrasi inu harusnya bersikap bijaksana jangan bersikap feodal atau ingin dihormati
“Negara demokrasi yang telah matang pejabat publik tidak ada yang mengkriminalisasi rakyat yang dianggap ‘menghujat’ sang presiden, presiden dihormati karena regulasi yang populis bukan elitis bukan karena ingin dihormati (feodal) merasa raja,” kata Hudi, Minggu 1 Mei 2025.
Kata Hudi, publik wajar ingin mengetahui keaslian ijazah Jokowi. Seharusnya, ayahanda Wakil Presiden (Wapres) RI itu tinggal saja menunjukan tak perlu diperpanjang begini.
Jokowi seharusnya, kata Hudi memiliki jiwa besar jangan merasa raja yang feodal.
“Berjiwa besar sebagai pejabat publik dan seorang negarawan sejati dan jangan merasa ‘raja’ yang bersifat ‘feodal’ dan bukan seperti kriminal yang ucapan dan perbuatan berbeda, semoga kesadaran beliau meningkat,” ujar Hudi, menekankan.
Dengan Jokowi yang berjiwa besar, maka ini menunjukan sikap kearifan dari seorang mantan pemimpin.
“Dengan begitu tampak kearifan sebagai mantan presiden dan pantas dapat disebut bapak bangsa dengan sifat dan sikapnya jika memiliki tingkat kesadaran yang demikian,” tambahnya.
Adapun Jokowi telah menyerahkan dua ijazah miliknya yakni ijazah SMAN 6 Solo dan ijazah perguruan tinggi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fakultas Kehutanan.
Jokowi mengutus adik iparnya Wahyudi Andriantodan ajudan pribadi Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah untuk menyerahkan ijazah tersebut guna menjalani uji laboratorium forensik (labfor).
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan mengatakan kliennya bakal siap diperiksa jika memang dibutuhkan.
“Tentunya siap (diperiksa), tapi kami semua kembali lagi menyerahkannya kepada pihak kepolisian. Jika nanti penyelidik melihatnya seperti apa, tentunya kami akan kooperatif dan tentunya Pak Jokowi siap dan dibuktikan hari ini, ijazah aslinya dibawakan langsung,” kata Yakup di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat 9 Mei 2025.
