Suaranusantara.com- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat ini tengah membuka calon ketua umum (Caketum). PSI pun mendoakan agar Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi bisa menjadi ketum partai menggantikan posisi sang putra bungsu Kaesang Pangarep.
“Kemudian apakah Pak Jokowi akan menjadi calon? Kita doakan,” kata Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Steering Committee (SC) Pemilu Raya Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andy Budiman di DPP PSI, Jakarta, Selasa 13 Mei 2025.
Diketahui pendaftaran caketum PSI dibuka sejak Selasa 13 Mei 2025 dan akan berakhir pada 31 Mei 2025 mendatang.
PSI sebelumnya mengatakan bahwa nanti dalam pemilihan ketua umum dilakukan dengan konsep pemilu raya dengan metode rencananya e-voting yakni satu anggota satu suara.
Kendati demikian, peluang terbuka lebar untuk Kaesang dan Jokowi untuk ikut dalam bursa caketum PSI.
Jokowi pun angkat bicara perihal dirinya yang didoakan untuk menjadi Ketum PSI. Kata Jokowi, dirinya masih mengkalkulasi hal tersebut, dirinya mengaku takut kalah bersaing di pemilihan Ketum PSI.
“Ya masih dalam kalkulasi. Jangan sampai kalau nanti misalnya saya ikut saya kalah,” kata Jokowi, Rabu 14 Mei 2025.
Kata Jokowi, hingga saat ini belum mendaftar sebagai caketum PSI. Sebab, menurutnya, ia masih punya cukup waktu untuk memutuskan untuk bergabung atau tidak ke partai berlambang mawar itu.
“Belum (mendaftar). Kan masih panjang, seingat saya masih Juni,” kata dia.
Pemilihan Ketum PSI rencananya akan dilaksanakan dengan mekanisme e-voting, di mana setiap anggota partai memiliki hak suara untuk memilih calon ketua umum. Menurut Jokowi, mekanisme itu menjadi tantangan tersendiri.
“Ya belum tahu (seberapa besar peluang menang). Yang saya tahu katanya mau pakai e-voting, one man, one vote. Seluruh anggota diberi hak untuk memilih. Yang sulit di situ,” kata dia
