Suaranusantara.com – Presiden Partai Buruh sekaligus Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menagih janji Presiden Prabowo Subianto untuk menghapus sistem alih daya atau outsourcing di Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam deklarasi Koalisi Serikat Pekerja–Partai Buruh (KSP-PB) di Gedung Joang ’45, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/5/2025).
“Meminta kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto agar outsourcing tenaga kerja itu dihapus,” ujar Said, Selasa (20/5/2025).
Saiq mengaku tak setuju jika sistem outsourcing di perusahaan diproses lewat agen.
Menurutnya, hal tersebut berbeda dengan mekanisme alih daya yang diberikan langsung oleh perusahaan pemberi kerja.
Selain itu, pihaknya juga juga menolak outsourcing berkedok magang atau mitra.
“Yang enggak boleh adalah orang magang tapi sebenarnya outsourcing berkedok pemagangan, yang tidak boleh adalah sistem mitra,” ujar Said.
Lebih lanjut, Said mengaku percaya dengan Prabowo yang sudah berjanji menghapus outsourcing pada peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei lalu.
“Kami percaya, Bapak Presiden Prabowo ada keberpihakan pada orang kecil, kepada guru, kepada petani, dan kelas pekerja lain sebagaimana disampaikan dalam pidato 1 Mei 2025,” ujar Said.
Sebelumnya, Prabowo menyampaikan komitmennya untuk menghapus outsourcing atau alih daya.
Komitmen dalam penghapusan outsourcing itu akan diambil pemerintah dalam pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional.
