Suaranusantara.com – Viral dimedia sosial, seorang pria yang mengaku HRD dari sebuah perusahaan membongkar fakta Job Fair.
Dari video yang beredar, HRD tersebut mengatakan bahwa 90 persen perusahaan yang terlibat dalam Job Fair itu tidak sedang mencari pelamar kerja.
Mereka berpartisipasi di ajang Job Fair hanya formalitas belaka.
Hal itu disampaikan HRD tersebut dalam merespon kegiatan Job Fair di Bekasi beberapa waktu lalu yang menimbulkan kericuhan.
“Job fair itu omong kosong. Heran kok masih ada cari kerja offline sekarang. Cari kerja offline itu apa? Sekarang sudah online. Kalaupun offline, langsung ke perusahaan,” kata salah seorang HRD dalam video di akun Instagram folkkonoha.
Lebih lanjut HRD itu mengatakan, ajang job fair justru dimanfaatkan oleh dinas terkait untuk pencitraan atau melakukan branding.
“Job fair itu digunakan untuk branding kantor, kerja sama dengan dinas terkait. KPI orang kedinasan itu,” tuturnya.
Dia tegas mengatakan bahwa orang-orang yang datang ke Job Fair untuk melamar kerja tidak akan direkrut sebagai karyawan oleh perusahaan yang berpartisipasi.
“Itu orang yang datang ke job dair itu nggak akan diambil. Peserta yang datang ribuan. Jangan banyak berharap lah sama job fair,” ungkapnya.
Menurut dia, perusahaan sudah tidak lagi menggunakan Job Fair untuk merekrut karyawan.
Kalaupun membutuhkan tenaga kerja, mereka biasanya memanfaatkan situs pencari kerja untuk mencari calon karyawan sesuai dengan standar kualifikas yang dibutuhkan.
“Tahun 2010 lah akhir masa job fair,” tuturnya.
