Suaranusantara.com- Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyalurkan bantuan pemutihan 1.315 ijazah milik pelajar SD hingga SMA di Jakarta yang tertahan.
Pramono mengatakan, mulai dari tahap 1-3 pemerintah provinsi (Pemprov) Jakarta telah menebus 1.315 ijazah.
“Pada hari ini, pemutihan ijazah sudah bisa dibuktikan dengan 1.315 ijazah yang ditebus. Ada yang tertahan hampir 6–7 tahun. Mudah-mudahan ini bisa menjadi manfaat nyata bagi pendidikan di Jakarta, dan bisa kita tuntaskan tahun ini,” kata Pramono saat konferensi pers di SMK Miftahul Falah, Jakarta Selatan, Selasa 3 Juni 2025.
Pada tahap 3, lanjut Pramono, sebanyak 827 ijazah siswa SD-SMA dengan rincian ijazah SD sebanyak 44, SMP 160, SMA 138, SMK 456, dan PKBM 29. Ijazah tersebut telah ditebus dan diserahkan kepada para siswa.
“Yang pertama, saya ingin mengucapkan selamat kepada saudara-saudara sekalian yang sudah sekian lama tadi ada yang 6 tahun, 7 tahun, 3 tahun, 2 tahun yang terima ijazahnya hari ini. Saudara-saudara sudah menerima ijazah itu,” ungkapnya.
Diketahui, dalam program pemutihan ijazah tersebut, Pemprov Jakarta bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Basis Jakarta. Adapun total anggaran yang digelontorkan untuk program tersebut senilai Rp4,3 miliar.
“Secara khusus saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Baznas basis Jakarta yang telah bekerja sama dengan pemda DKI untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang seperti ini,” pungkasnya.
Adapun Pramono menargetkan untuk dapat menebus sebanyak 6.652 ijazah SD-SMA yang tertahan. Diketahui banyak siswa yangb belum dapat mengambil ijazah miliknya lantaran terkendala biaya.
