Suaranusantara.com- Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kebudayaan, untuk terlebih dahulu mengkaji urgensi dari proyek penulisan ulang sejarah Indonesia yang saat ini tengah diwacanakan.
“Penulisan sejarah dikaji dulu urgensinya apa. Apakah memang sejarah yang ada sekarang itu banyak yang perlu diluruskan atau seperti apa. Karena sejarah ini akan dibaca oleh generasi yang akan datang,” ujar Sarmuji kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurutnya, sejarah memegang peran penting dalam membentuk pemahaman generasi masa depan terhadap perjalanan bangsa. Karena itu, ia mengingatkan agar proses penulisan ulang tidak dilakukan secara gegabah.
“Apa yang terjadi hari ini akan menjadi sejarah dan sejarah itu yang akan dibaca oleh generasi masa depan. Generasi masa depan akan memetik apa yang dituliskan oleh generasi saat ini. Karena itu kita mesti hati-hati dalam menulis sejarah,” katanya.
Sarmuji juga mengingatkan agar penulisan ulang sejarah tidak sekadar mengikuti kepentingan penguasa. Ia menyoroti kemungkinan terjadinya bias narasi jika tidak dilakukan secara objektif.
“Jangan sampai adagium ‘sejarah ditulis oleh pemenang’ itu terjadi,” tegasnya.
Ia berharap sejarah yang ditulis nantinya betul-betul berdasarkan fakta dan bisa menjadi bahan refleksi bagi bangsa, bukan sekadar dokumentasi sepihak. “Kita ingin sejarah itu ditulis secara objektif berdasarkan fakta yang sebenarnya. Agar generasi yang akan datang itu mengambil pelajaran dengan benar,” ujar Sarmuji.
