PDIP Bakal Tulis Ulang Sejarah Tandingan Pemerintah

FX Hadi Rudyatmo datang menemui Bambang Pacul (Dok. PDIP)

FX Hadi Rudyatmo datang menemui Bambang Pacul (Dok. PDIP)

Suaranusantara.com – PDI Perjuangan bakal menuliskan sejarah sendiri menyusul pencatatan ulang sejarah pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang digarap Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul.

“Soal penulisan sejarah, ini kan subjektivitas pasti ikut campur, 100 persen ikut campur subjektivitas, kan begitu. Jadi siapa pun yang akan menulis pasti akan ada kontranya,” kata Bambang Pacul, Senin (16/6/2025).

“Maka sikap PDIP juga akan menulis ulang sejarah versi kami,” tambahnya.

Lebin lanjut, Bambang Pacul menyatakan bahwa partainya tak keberatan dengan subjektivitas Fadli Zon dalam proyek penulisan sejarah tersebut.

Hanya saja, dia mengingatkan bahwa apa yang digarap Fadli Zon dan tim ini kemungkinan nantinya akan berbenturan dengan fakta yang ada.

“Bahwa subjektivitas Pak Pak Fadli Zon mau mengambil cara yang berbeda, ya dipersilahkan, nanti kan ditabrakkan dengan ayat fakta,” ucap Bambang Pacul.

“Anggap lah Bung Karno ada kekeliruan, saya pasti enggak mau, oh aku pecintanya Bung Karno, kan begitu loh. Kamu mau enggak kalau pacarmu yang kamu cintai itu dikritik? Enggak mau lah. Ini yang disadari, jangan kemudian sok bener-beneran enggak bisa, ya. Begitulah logika dunia wilayah Timur, dunia wilayah Timur ada rasa dinda, ada rasa dinda. Dunia wilayah Timur makannya bukan hanya sekedar dagingnya dinda, banyak bumbu masak di dalamnya,” tambah dia.

Sebelumnya, Fadli Zon menyampaikan bahwa perkosaan massal dalam Tragedi Mei 1998 tidak pernah ada.

Menurut Fadli, peristiwa itu hanya berdasarkan rumor dan tidak pernah ada bukti niat massal pada peristiwa Mei 1998.

Saya sendiri pernah membantahnya dan mereka tidak bisa membuktikannya. Maksud saya adalah sejarah yang kita buat ini adalah sejarah yang bisa mempersatukan bangsa dan tone-nya harus begitu,” ujar Fadli Zon beberapa waktu lalu.

Exit mobile version