Perang Iran-Israel Memanas, Prabowo Perintahkan Jajarannya Segera Evakuasi WNI dari Iran

Presiden RI Prabowo Subianto kerahkan jajarannya untuk evakuasi WNI di Iran yang tengah memanas dampak perang dengan Israel (instagram @prabowo.gibran2)

Presiden RI Prabowo Subianto kerahkan jajarannya untuk evakuasi WNI di Iran yang tengah memanas dampak perang dengan Israel (instagram @prabowo.gibran2)

Suaranusantara.com- Saat ini Timur Tengah sedang tidak baik-baik saja. Sebab, tengah dilanda perang Iran-Israel yang memicu ketegangan. Hal ini membuat Presiden RI Prabowo Subianto mengerahkan jajarannya guna mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran untuk dievakuasi segera.

Terkait instruksi Prabowo itu disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro yang mengatakan bahwa perintah tersebut telah dijalankan.

“Jadi untuk keselamatan WNI, Pak Presiden sudah memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengantisipasi dan menyelamatkan. Jika ada hal-hal yang memang perlu dilakukan untuk mengevakuasi WNI yang di sana dan itu sudah berjalan,” kata Juri di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 24 Juni 2025.

Juri menyampaikan bahwa Prabowo mencermati perkembangan konflik antara Iran dengan Israel saat ini.

Ia mengatakan Prabowo telah memerintahkan jajaran terkait baik di Indonesia maupun di luar negeri agar mencermati perkembangan di sana.

Juri menekankan bahwa Prabowo juga mendorong deeskalasi konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan prinsip non blok yang menginginkan perdamaian dunia.

“Tentu saja karena Indonesia adalah negara yang memiliki prinsip non-blok, maka dalam hal ini posisi Indonesia adalah posisi yang menginginkan bahwa perdamaian jauh lebih bagus,” ucap dia.

Diketahui perang Iran-Israel semakin memanas sejak dimulai 13 Juni 2025 lalu. Terlebih lagi, Amerika Serikat (AS) ikut dalam serangan di mana, pihaknya menyerang pangkalan rudal utama Iran yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Perang yang memanas, membuat Parlemen Iran memutuskan untuk menutup Selata Hormuz. Selat Hormuz adalah jalur krusial bagi perdagangan dunia. Sebab, sebanyak 21 persen pasokan minyak dunia melewati jalur itu.

Exit mobile version