Suaranusantara.com – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Bertu Merlas, mendesak pemerintah menjalankan tiga langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah melemahnya nilai tukar rupiah yang kini menembus Rp17.300 per dolar AS.
Pertama, memperkuat operasi pasar serta memastikan kelancaran distribusi bahan pokok guna mencegah lonjakan harga yang bersifat spekulatif.
Kedua, memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran agar kelompok rentan tetap memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan dasar.
Ketiga, memberikan kemudahan akses pembiayaan serta insentif fiskal agar sektor UMKM tetap produktif di tengah tekanan nilai tukar.
“Mengendalikan inflasi adalah kunci utama. Pemerintah harus memastikan pasokan aman dan harga stabil,” kata Bertu di Jakarta, Jumat (24/4).
“Subsidi dan bantuan sosial harus benar-benar sampai ke tangan yang berhak agar daya beli rakyat tidak tergerus lebih dalam,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bertu menilai pelemahan rupiah merupakan alarm bahaya bagi stabilitas ekonomi nasional.
Karena itu, ia kembali mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam potensi inflasi akibat pelemahan mata uang.
“Kondisi rupiah saat ini harus menjadi alarm bagi pemerintah. Pelemahan ini berdampak langsung pada kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Jika harga barang naik sementara pendapatan masyarakat stagnan, daya beli akan terpuruk,” pungkasnya.


















Discussion about this post