Kejagung Periksa Puluhan Saksi Kasus Dugaan Korupsi Laptop di Kemendikbudristek

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Harli Siregar

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Harli Siregar

Suaranusantara.com- Kejaksaan Agung terus melanjutkan proses hukum dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook yang terjadi di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) selama periode 2019 hingga 2022.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, menyampaikan bahwa jumlah saksi yang telah dimintai keterangan kini telah melampaui 40 orang.

Harli menjelaskan bahwa seluruh kesaksian tersebut sedang dianalisis oleh penyidik guna mengidentifikasi siapa saja yang paling bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan tersebut.

Baca Juga: DPR RI Tindak Lanjuti Putusan MK Soal Format Baru Pemilu Lewat Rapat Internal

Sejumlah nama penting telah dimintai keterangan, termasuk mantan Menteri Nadiem Makarim beserta beberapa stafnya seperti Fiona Handayani dan Ibrahim Arief. Selain itu, penyidik juga memanggil pejabat pembuat komitmen serta saksi dari pihak penyedia barang atau vendor.

Kasus ini sendiri mulai masuk ke tahap penyidikan sejak 20 Mei 2025, setelah penyidik pada Jampidsus menerbitkan surat perintah penyidikan dengan nomor 38. Perkara ini terkait pengadaan perangkat digital pendidikan yang diduga bermasalah secara hukum.

“Jajaran Jampidsus melalui penyidik pada tanggal 20 Mei 2025 dengan surat perintah penyidikan nomor 38 dan seterusnya, tanggal 20 Mei 2025 telah meningkatkan status penanganan perkara dari penyelidikan ke penyidikan dalam dugaan tindakan korupsi pada Kemendikbudristek dalam pengadaan digitalisasi pendidikan tahun 2019-2022,” kata Harli.

Baca Juga: Survei Median: Sebanyak 55,5 Persen Masyarakat Yakin Ijazah Jokowi Asli

Saat ini, penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus ini dan masih mendalami kasus yang ada, dan angka kerugian keuangan negara masih dalam penghitungan. Namun, anggaran untuk pengadaan laptop berbasis Chromebook ini mencapai Rp 9,9 triliun.

Exit mobile version