Suaranusantara.com- Jakarta tengah mencatatkan sejarah baru. Sebab, Pramono Anung menjadi Gubernur DKI Jakarta yang pertama kali hadir dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat.
Adapun Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendapat undangan langsung dari PBB untuk turut serta menghadiri pembukaan High Level Political Forum on Sustainable Development (HLPF) di New York, Senin, 14 Juli 2025.
Acara ini diketahui berlangsung hingga nanti 23 Juli 2025 mendatang dengan tema “Advancing Sustainable, Inclusive and Evidence-Based Solutions for the 2030 Agenda with No One Left Behind”.
Adapun sebanyak 37 negara dijadwalkan menyampaikan Voluntary National Reviews, termasuk Indonesia, yang akan memaparkan capaian dan tantangan implementasi SDGs di berbagai sektor dan level pemerintahan
Forum ini menjadi panggung strategis bagi para pemimpin dunia dalam membahas capaian dan tantangan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dengan Jakarta turut hadir dalam forum PBB ini maka, ini menjadi sebuah pengakuan global atas peran penting kota-kota besar dalam menyelesaikan persoalan bersama umat manusia: urbanisasi yang tidak merata, krisis iklim, dan kesenjangan sosial.
Sebagai informasi, selama sepekan ini sejak 14 Juli hingga 18 Juli 2025, Pramono Anung bertugas di New York.
“Jakarta bukan lagi hanya ibu kota administratif, tapi harus naik kelas sebagai kota global, sehingga penting bagi kami untuk aktif dalam diplomasi global,” ujar Gubernur Pramono Anung dalam sambutannya dilansir Rabu 16 Juli 2025.
Ia menyebut Jakarta tengah mendorong transisi energi bersih, digitalisasi layanan publik, dan penguatan ekonomi hijau berbasis komunitas sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Langkah Jakarta ini juga sejalan dengan inisiatif sebagai ASEAN Hub, pusat kerja sama regional yang kini diperluas ke lingkup global.
Kehadiran Pramono selaku Gubernur DKI Jakarta dalam forum PBB menjadi sinyal kuat bahwa diplomasi Indonesia tak hanya dilakukan di tingkat pusat, tapi juga mulai diperkuat dari tingkat daerah.
“Upaya ini menegaskan peran diplomasi Jakarta menuju kota global yang tangguh dan adaptif,” imbuhnya.
