Suaranusantara.com- Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno begitu bangga lantaran Pramono Anung menjadi Gubernur DKI Jakarta pertama yang hadir dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat.
Rano Karno mengatakan ini merupakan kesempatan langka. Sebab, tak semua orang bisa hadir dalam forum internasional PBB itu.
“Bicara di PBB tentu bukan kelas kaleng-kaleng. Dan gak setiap orang bisa bicara di PBB. Artinya sangat penting. Apa hubungannya dengan Jakarta? Pak Pram, Pak Gub bukan hanya bicara di PBB, tapi juga berkunjung dengan gubernur kemudian dengan wali kota New York,” ujar Rano Karno kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 15 Juli 2025.
Rano mengatakan bahwa Gubernur Pramono memiliki tujuan penting dalam rangka pembangunan Kota Jakarta. Termasuk hingga penyelesaian masalah iklim di tingkat global.
“Itu artinya kita akan menjajaki sister city. Jadi ya tentu keberangkatan seseorang keluar Pasti punya tujuan. Banyak faktor, perubahan Iklim, kemudian sistem pembangunan kota global Ini kan salah satu standar yang memang Jakarta harus capai,” kata dia.
Adapun Pramono Anung diundang dalam forum PBB PBB untuk turut serta menghadiri pembukaan High Level Political Forum on Sustainable Development (HLPF) di New York, Senin, 14 Juli 2025.
Acara ini diketahui berlangsung hingga nanti 23 Juli 2025 mendatang dengan tema “Advancing Sustainable, Inclusive and Evidence-Based Solutions for the 2030 Agenda with No One Left Behind”.
Adapun sebanyak 37 negara dijadwalkan menyampaikan Voluntary National Reviews, termasuk Indonesia, yang akan memaparkan capaian dan tantangan implementasi SDGs di berbagai sektor dan level pemerintahan
Forum ini menjadi panggung strategis bagi para pemimpin dunia dalam membahas capaian dan tantangan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dengan Jakarta turut hadir dalam forum PBB ini maka, ini menjadi sebuah pengakuan global atas peran penting kota-kota besar dalam menyelesaikan persoalan bersama umat manusia: urbanisasi yang tidak merata, krisis iklim, dan kesenjangan sosial.
Sebagai informasi, selama sepekan ini sejak 14 Juli hingga 18 Juli 2025, Pramono Anung bertugas di New York.
“Jakarta bukan lagi hanya ibu kota administratif, tapi harus naik kelas sebagai kota global, sehingga penting bagi kami untuk aktif dalam diplomasi global,” ujar Gubernur Pramono Anung dalam sambutannya dilansir Rabu 16 Juli 2025.
Ia menyebut Jakarta tengah mendorong transisi energi bersih, digitalisasi layanan publik, dan penguatan ekonomi hijau berbasis komunitas sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Langkah Jakarta ini juga sejalan dengan inisiatif sebagai ASEAN Hub, pusat kerja sama regional yang kini diperluas ke lingkup global.
Kehadiran Pramono selaku Gubernur DKI Jakarta dalam forum PBB menjadi sinyal kuat bahwa diplomasi Indonesia tak hanya dilakukan di tingkat pusat, tapi juga mulai diperkuat dari tingkat daerah.
“Upaya ini menegaskan peran diplomasi Jakarta menuju kota global yang tangguh dan adaptif,” imbuhnya.
