Dikemas Secara Premium Nyatanya Oplosan, Ini 26 Merek Beras yang Diduga Dioplos

Beras premium oplosan beredar luas di pasaran dijual di retail modern (instagram @duniahariini17)

Beras premium oplosan beredar luas di pasaran dijual di retail modern (instagram @duniahariini17)

Suaranusantara.com- Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengungkap praktik curang produsen di mana melakukan pengoplosan terhadap beras-beras yang dijual di pasaran.

Mirisnya, beras-beras oplosan yang beredar luas di pasaran dikemas secara premium dan dijual dengan harga tinggi. Beras-beras oplosan yang dikemas secara premium itu rata-rata dijual di retail modern.

Ada sejumlah merek-merek ternama yang ternyata beras oplosan. Seperti Sania, Fortune, Siip yang merupakan produksi dari Wilmar Group.

Tentunya, hal ini membuat para ibu-ibu khawatir dalam membeli beras. Sebab, sudah membeli dengan harga tinggi namun yang didapat ternyata tidak sesuai.

Diketahui ada sebanyak 212 merek beras oplosan yang beredar. Namun, baru 26 merek yang terungkap, berikut daftarnya:

1. Wilmar Group

Sania
Sovia
Fortune
Siip

2. PT Food Station Tjipinang Jaya

Alfamidi Setra Pulen
Beras Premium Setra Ramos
Beras Pulen Wangi
Food station
Ramos Premium
Setra Pulen
Setra Ramos

3. PT Belitang Panen Raya

Raja Platinum
Raja Ultima

4. PT Unifood Candi Indonesia

Larisst
Leezaat

5. PT Buyung Poetra Sembada Tbk

Topi Koki

6. PT Bintang Terang Lestari Abadi

Elephas Maximus
Slyp Hummer

7. PT Sentosa Utama Lestari/Japfa Group

Ayana

8. PT Subur Jaya Indotama

Dua Koki
Beras Subur Jaya

9. CV Bumi Jaya Sejati

Raja Udang
Kakak Adik

10. PT Jaya Utama Santikah

Pandan Wangi BMW Citra
Kepala Pandan Wangi
Medium Pandan Wangi

Penemuan beras oplosan bermula dari Kementan bersama Satgas Pangan Polri melakukan pengujian sampel beras yang beredar di pasaran diambil dari berbagai daerah.

Kementan melakukan uji kualitas terhadap 268 sampel dari 212 merek beras. Pengujian dilakukan pada 6 hingga 23 Juni 2025. Itu artinya, 85,56 persen beras premium yang diuji tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.

Kemudian, 59,78 persen beras premium tersebut juga tercatat melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Sekitar 21,66 persen memiliki berat riil yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tertera pada kemasan.

Kementan juga menemukan 88,24 persen beras medium tidak memenuhi standar mutu SNI. Sekitar 95,12 persen beras medium ditemukan dijual dengan harga yang melebihi HET.

Kementan mencatat 9,38 persen memiliki selisih berat yang lebih rendah dari informasi yang tercantum pada kemasan.

Temuan bermula dari penindakan gudang di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, yaitu beras Bulog yang telah diputihkan dibungkus dengan merek Ramos dan Bantuan Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Beras hasil oplosan itu dipasarkan di Bogor, Tangerang, Serang dan Kota Cilegon. Mereka sudah beroperasi sejak 2019.

Para pelaku mengantongi keuntungan Rp732 juta hanya untuk periode Desember 2023 hingga Maret 2024.

Pada Kamis 10 Juli 2025, polisi memanggil sejumlah produsen beras yang terlibat skandal oplosan untuk menjalani pemeriksaan.

Adapun produsen-produsen beras yang dipanggil untuk jalani pemeriksaan pada Kamis 10 Juli 2025 lalu di antaranya Wilmar Group, Food Station Tjipinang Jaya, Belitang Panen Raya (BPR), dan Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).

Exit mobile version