Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto terlihat tak hadir dalam acara peringatan Hari Konstitusi yang berlangsung pada Senin malam 18 Agustus 2025 di Gedung Nusantara IV.
Prabowo diketahui berhalangan hadir dalam acara peringatan Hari Konstitusi. Kendati demikian, Presiden telah menyampaikan pesan melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Pratikno
Kata Pratikno, Prabowo berhalangan hadir dalam acara yang berlangsung peringatan Hari Konstitusi.
Prabowo melalui salam yang disampaikan ke Pratikno, menegaskan bahwa Presiden begitu menghormati konstitusi.
“Saya menyampaikan salam dari Bapak Presiden yang mohon maaf tidak bisa hadir pada acara ini. Dan memerintahkan kepada kami untuk mewakili beliau. Kita tahu, kita semua tahu dari berbagai pidato yang beliau sampaikan bahwa penghormatan dan komitmen Bapak Presiden Prabowo kepada konstitusi sudah sangat jelas dan sangat tegas,” kata Pratikno mengawali pidatonya di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 18 Agustus 2025.
Dalam pidatonya, Pratikno menyampaikan bahwa Presiden Prabowo selalu menekankan penghormatan dan komitmen terhadap konstitusi melalui pidato dan programnya.
“Hal ini dapat kita lihat dari pidato-pidato beliau dan juga dari program-program beliau di tahun ini dan yang sudah direncanakan bersama DPR untuk program tahun depan,” kata Pratikno.
Pratikno menuturkan, dalam berbagai kesempatan Prabowo menekankan para pejuang kemerdekaan adalah generasi hebat yang istimewa yang merasakan pedihnya penjajahan.
Pratikno pun mengutip pidato Prabowo pada Sidang Tahunan DPR yang menyebut ada elite-elite yang merasa dirinya paling pintar dan menilai pemikiran generasi 1945 sudah usang.
“Jadi bapak presiden dengan tegas menyatakan pemikiran-pemikiran yang menganggap para founding father itu tidak relevan lagi beliau katakan bahwa itu adalah keliru,” terang dia.
Pratikno juga mengutip pernyataan Prabowo tentang Pasal 33 UUD 1945 yang disebut-sebut sebagai pasal pengaman dan benteng pertahanan ekonomi.
“Bapak presiden Prabowo menegaskan bahwa pasal 33 mengamanatkan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Cabang-cabang yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara,” kata Pratikno.
Dalam kesempatan itu, Pratikno turut menyampaikan soal anggaran APBN sebesar Rp 300 Triliun telah digeser oleh Presiden Prabowo untuk hal yang lebih efektif dan produktif untuk rakyat.
“Ini adalah implementasi nyata dari amanat pasal 33 undang-undang dasar 1945. Pemerintah mempercepat swasembada pangan mewujudkan sekolah rakyat untuk pemerataan Pendidikan termasuk renovasi sekolah, digitalisasi pembelajaran kemudian juga sekolah unggul Garuda yang didekasikan untuk gifted dan talented anak-anak bangsa yang punya keunggulan luar biasa,” ucap dia.
Selain itu, Pratikno menuturkan berbagai program Prabowo dari Cek Kesehatan Gratis dan penebalan bansos merupakan bagian dari amanat konstitusi.
“Semua ini bukan sekadar program, ini adalah amanat konstitusi. Ini adalah perwujudan cita-cita kemerdekaan. Merdeka dari penjajahan, merdeka dari kemiskinan merdeka dari kebodohan,” terang Pratikno.
Sebagai penutup, Pratikno menyampaikan pesan Prabowo kepada para peserta yang hadir untuk selalu konsisten pada semangat persatuan.
“Mari kita tegakkan semangat kedaulatan. Kedaulatan yang membuat kita berdiri tegak di antara bangsa-bangsa lain. Mari kita hidupkan semangat patriotisme yang sering dikatakan oleh Bapak Presiden patriotisme yang mendorong kita mengabdi untuk negeri, patriotisme yang membangun,” tandas dia.
Dalam acara tersebut, sejumlah Menteri Kabinet hingga pimpinan lembaga negara hadir di Gedung MPR RI.
Sejumlah Menteri Kabinet yang nampak hadir di lokasi di antaranya Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, dan Menteri P2MI Abdul Kadir Karding.
Lalu pimpinan lembaga negara yang turut hadir di lokasi acara di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Jampidum Kejagung Asep Nana Mulyana, hingga sejumlah tokoh lainnya.
Sementara, sebagai tuan rumah Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama pimpinan MPR lainnya juga telah berada di lokasi acara.
