“Biasanya usai silaturahmi, tempat-tempat wisata akan ramai dikunjungi. Kami fokus di titik-titik tersebut dan kondisi pasokan dalam kondisi aman. Demikian juga pasokan untuk arus balik, kami amankan,” jelas Sujatmiko.
Di samping itu, realisasi pendistribusian BBM dari H-16 s.d hari H+1, terdapat kenaikan yang signifikan, yaitu pada H-9 dengan kenaikan sebesar 64% dibandingkan dengan realisasi pendistribusian BBM tahun 2016 pada periode yang sama. Sedangkan pada Realisasi Pendistribusian BBM Tahun 2017 hari ke-17 (H+1), terdapat penurunan sebesar 4 % dibanding tahun sebelumnya.
Pada subsektor ketenagalistrikan, secara nasional beban puncak siang sebagian besar dalam kondisi normal. Sistem kelistrikan wilayah kondisi normal sebanyak 21 daerah (cadangan cukup) dan 2 daerah dalam kondisi siaga (cadangan lebih kecil dari pembangkit terbesar) yaitu: Sorong + Papua Isolated dan Jayapura. Secara keseluruhan total pasokan nasional sebesar 23.605,75 MW dengan beban puncak sebesar 18.007,41 MW sehingga cadangan operasi sebesar 5.377,51 MW.
“Hingga H+1 Lebaran Idul Fitri 1438 H ini, secara umum pasokan energi aman. Kini kami siapkan keamanan pasokan energi untuk periode arus balik lebaran agar masyarakat yang tengah bersilaturahmi dengan sanak saudara dan hendak kembali ke tempat tinggal masing-masing senantiasa dapat beraktivitas dengan lancar dan aman,” jelas Sujatmiko.
Penulis: Yon K