Suaranusantara.com- Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat baru kepada Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, untuk merangkap sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim. Keputusan itu diambil setelah Budi Gunawan diberhentikan dari posisinya dalam reshuffle kabinet.
Sebagai tokoh yang telah lama dipercaya Prabowo, Sjafrie dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia militer. Lulusan Akademi Militer 1974 ini mengawali karier di Kopassus dan terlibat dalam berbagai operasi penting, termasuk penugasan di Timor-Timur, Aceh, dan Irian Jaya.
Pengalaman militer itu diikuti dengan sederet jabatan strategis. Ia pernah memimpin Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Grup A, menjabat Pangdam Jaya, Kapuspen TNI, hingga menduduki kursi Sekjen Kemenhan. Dalam lingkup pemerintahan, Sjafrie juga pernah menjadi Wakil Menteri Pertahanan periode 2010–2014 dan asisten khusus Menhan bidang manajemen pertahanan pada 2019–2024.
Baca Juga: Prabowo Tunjuk Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Jadi Ad Interim Menko Polkam
Sejak Oktober 2024, pria kelahiran Makassar tersebut resmi menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Merah Putih. Selama menjabat, ia konsisten menjalankan agenda Presiden Prabowo, di antaranya memperkuat pertahanan negara, meningkatkan kesejahteraan prajurit, serta mendukung program ketahanan pangan.
Kini, dengan status sebagai Menko Polkam sementara, Sjafrie dihadapkan pada tanggung jawab baru di bidang politik dan keamanan. Penunjukan ini menambah bukti bahwa kedekatannya dengan Prabowo menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh dalam kabinet.
