Suaranusantara.com- Polri resmi membentuk Tim Akselerasi Transformasi yang melibatkan pakar dari berbagai bidang, termasuk ahli HAM dan kalangan akademisi.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, langkah tersebut ditempuh agar proses reformasi yang dijalankan tidak hanya datang dari internal, tetapi juga menyerap perspektif masyarakat luas.
Ia menyebut bahwa percepatan transformasi Polri merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, Polri berkomitmen bergerak cepat dengan mengidentifikasi tantangan yang ada serta merancang solusi bersama para pemangku kepentingan.
“Ini melakukan upaya untuk menjemput bola. Tim akselerasi ini bergerak bersama melakukan identifikasi terhadap permasalahan yang dihadapi,” ujarnya.
Kapolri menekankan, pembentukan tim ini adalah bentuk proaktif dalam mendukung Komite Reformasi Polri yang akan dibentuk Presiden. Ia berharap sinergi antara internal Polri dengan masukan pihak eksternal dapat memperkuat fondasi perubahan di tubuh kepolisian.
Lebih jauh, Sigit menilai tim akselerasi ini akan berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara Polri dan Komite Reformasi, sehingga setiap langkah perbaikan lebih terarah dan transparan.
“Tim ini kami bentuk untuk membantu Komite Reformasi Polri yang dibentuk Presiden RI, serta sebagai jembatan komunikasi antara Tim tersebut dengan Polri” ungkapnya.
