Suaranusantara.com- Pengamat komunikasi politik, Jamiluddin Ritonga menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa hati PDI Perjuangan ke pemerintah.
Jamiluddin mengatakan, bahwa apa yang disampaikan Prabowo itu ada benarnya. Terlebih, hubungan antara Prabowo dengan Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dikenal sangat dekat.
Hubungan Prabowo dan Megawati bahkan sangat mesra layaknya saudara.
“Ungkapan Prabowo itu tampaknya ada benarnya. Sebab, Prabowo memang punya kedekatan khusus dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Hubungan Prabowo-Megawati bahkan layaknya adik-kakak,” kata Jamiluddin dalam keterangannya, Senin 27 Juli 2026.
Bahkan kedekatan itu, nampak dari keduanya saling berkunjung satu sama lain. Di beberapa kesempatan Prabowo menyempatkan sowan ke kediaman Megawati, dan Megawati juga temui Prabowo saat diperlukan.
“Megawati juga tidak pernah mengkritik Prabowo selama menjadi Presiden. Kalau pun Megawati mengkritik terkesan sangat lunak dan indirect,” ujar dosen Universitas Esa Unggul ini.
Lalu, putri Megawati, Puan Maharani yang merupakan Ketua DPR RI juga tak pernah mengkritik Prabowo. Puan justru lebih sering mengingatkan pemerintah secara umum.
“Jadi, hubungan Megawati dengan Prabowo baik-baik saja. Begitu juga hubungan Puan dengan Prabowo,” ucapnya.
Menurutnya kalau pun PDI Perjuangan tidak masuk kabinet Prabowo, hal tersebut bukan karena Megawati tak sejalan dengan Prabowo.
Megawati lebih memilih menjadi partai penyeimbang karena faktor Gibran Rakabuming Raka.
“Bagi Megawati, Gibran itu anak haram konstitusi. Karena itu, selama Gibran masih bersama Prabowo di kabinet, selama itu pula ia akan berada di luar pemerintah,” ungkapnya.
Meski begitu, ia menilai Megawati tidak akan menjatuhkan Prabowo. Sebaliknya, Presiden ke-5 RI tersebut akan menjaga Prabowo dari luar.
“Mungkin itu yang dimaksud Prabowo PDI-Perjuangan sehati dengan pemerintah. Spesifiknya, Prabowo mau bilang Megawati sehati dengannya,” kata dia.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat pidato di Hari Lahir (Harlah) ke 28 PKB pada Kamis 23 Juli 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.
“Bersaing itu baik, bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, enggak masalah. Nanti juga gabung lagi. PDI-P juga hatinya juga sebetulnya sama dengan kita. Coba, cek. Dari hatinya, sebetulnya sama. UUD 1945 yang bikin Bung Karno kok, Bung Hatta, ya, pendiri-pendiri bangsa kita. Hatinya itu sama. Hanya… Belum bikin rekomendasi seperti ijtima ulama, belum. Kita enggak masalah,” ujar Prabowo.


















Discussion about this post