Romo Setyo Nilai Pemerintahan Prabowo-Gibran Tak Beradab dan Kehilangan Budaya

Dosen STF Driyarkara, Romo Setyo dalam acara "Rembug Rakyat Evaluasi 1 Tahun Prabowo-Gibran" di STF Driyarkara, Jakarta, Jumat, (17/10/2025).

Dosen STF Driyarkara, Romo Setyo dalam acara "Rembug Rakyat Evaluasi 1 Tahun Prabowo-Gibran" di STF Driyarkara, Jakarta, Jumat, (17/10/2025).

Suaranusantara.com – Dosen STF Driyarkara, Romo Setyo, menilai tahun pertama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan tanda-tanda pemerintahan yang “tanpa adab dan berbudaya.”

Ia mencontohkan bagaimana sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih tampak meremehkan kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Setyo menuturkan, pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang menyebut bahwa penyebab keracunan program itu dikarenakan siswa belum terbiasa mengonsumsi MBG.

“Ya ampun, ini kan ribuan anak-anak ya. Keracunan ini kan serius, kenapa tidak ditangani dengan serius,” ujar Setyo dalam acara “Rembug Rakyat Evaluasi 1 Tahun Prabowo-Gibran” di STF Driyarkara, Jakarta, Jumat, (17/10/2025).

Lebih lanjut, Romo Setyo juga menyoroti sikap pemerintah terkait reformasi Polri dan penanganan gelombang demonstrasi yang berujung ricuh pada akhir Agustus lalu.

Ia menyayangkan hingga kini ratusan demonstran masih ditahan polisi di berbagai daerah.

“Presiden sudah satu bulan ini menjanjikan reformasi Polri tapi faktanya sampai sekarang belum ada,” tutur Setyo.

Menurutnya, Presiden Prabowo juga tidak bergeming meski desakan pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus menggema, terutama setelah Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, tewas terlindas kendaraan Brimob saat demonstrasi.

“Kalau kita lihat bahwa sepertinya pemerintahan ini masih disandera oleh pemerintahan yang lalu. Usulan reformasi polri tak sampai ke mana-mana meski sudah sebulan, lalu usulan pencopotan Kapolri itu juga tidak ditangani,” ujar dia.

Ketika ditanya apakah masyarakat masih bisa berharap pada pemerintahan saat ini, Romo Setyo menjawab bahwa semuanya bergantung pada keberanian rakyat sendiri.

“Harapan ya masih ada, namun kita wajib berani menentukan nasib kita sendiri buat Bangsa yang lebih maju,” pungkasnya.

Exit mobile version